Trump Ancam Tarif Negara Pemasok Minyak ke Kuba, Meksiko Jadi Sasaran Utama

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Presiden AS Donald Trump kembali memperketat tekanan terhadap Kuba dengan mengancam akan mengenakan tarif terhadap negara-negara yang memasok minyak ke negara itu.

Mengutip Bloomberg pada Jumat (30/1), Trump telah menandatangani keputusan presiden (Keppres) yang memerintahkan pemerintah AS untuk mengidentifikasi negara-negara pemasok minyak ke Kuba, sebelum menentukan besaran tarif tambahan yang akan dikenakan terhadap barang-barang.

"Pemerintah Kuba telah mengambil tindakan luar biasa yang merugikan dan mengancam Amerika Serikat," kata Trump dalam unggahannya di Truth Social.

Trump menuduh rezim Kuba mendukung negara-negara bermusuhan, kelompok teroris, serta aktor yang dianggap mengancam kepentingan AS.

Dalam beberapa tahun terakhir, Meksiko muncul sebagai pemasok minyak asing utama bagi Kuba setelah pengiriman dari Venezuela menurun drastis akibat krisis ekonomi.

Data Bloomberg menunjukkan perusahaan minyak negara Meksiko, Pemex, mengirim rata-rata satu kapal minyak per bulan ke Kuba sepanjang tahun lalu, setara dengan sekitar 20.000 barel per hari.

Namun, tekanan dari Washington mulai terlihat. Meksiko pada awal bulan ini dilaporkan membatalkan rencana pengiriman minyak ke Kuba. Langkah Trump ini muncul tak lama setelah Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengeklaim telah melakukan pembicaraan “cordial” dengan Trump yang berfokus pada perdagangan dan tidak membahas Kuba.

Pakar energi dari Rice University, Francisco Monaldi, menilai kebijakan ini secara langsung ditujukan kepada Meksiko.

"Ini sebagian besar bertujuan untuk mencegah Meksiko menjual minyak ke Kuba," katanya.

Ancaman Trump juga berpotensi mempengaruhi hubungan dagang regional, mengingat AS, Meksiko, dan Kanada akan meninjau ulang perjanjian perdagangan USMCA akhir tahun ini. Para diplomat Eropa pun mengingatkan pembatasan pasokan energi dapat memicu krisis kemanusiaan di Kuba.

Trump sebelumnya menegaskan sikap kerasnya terhadap Havana melalui media sosial.

"TIDAK AKAN ADA LAGI MINYAK ATAU UANG YANG AKAN MASUK KE KUBA - NOL," kata Trump.

Terpisah, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio secara terbuka menyatakan keinginan Washington untuk melihat perubahan di pemerintahan di Kuba.

"Ini akan sangat menguntungkan Amerika Serikat jika Kuba tidak lagi diperintah oleh rezim otokratis," ujarnya dalam sebuah sidang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BRI Super League: Resmi Datangkan Eks Striker Timnas Brasil U-23, Stok Penyerang Persis Solo Semakin Melimpah!
• 17 jam lalubola.com
thumb
Usut Tata Kelola Kebun dan Industri Sawit, Kejagung Geledah Rumah Eks Menhut Siti Nurbaya
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Uji Materi Amnesti-Abolisi Kandas Sebab MK Bilang Gugatan Tak Jelas
• 7 jam laludetik.com
thumb
Isu Saham Gorengan saat IHSG Anjlok, Bareskrim Polri Dalami Unsur Pidana
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Ajar Siswa SMPN 22 Takengon, Mendikdasmen: Kondisi Darurat Tak Boleh Hentikan Proses Belajar
• 14 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.