Erdogan Siap Jadi Mediator AS-Iran di Tengah Ketegangan dan Protes di Iran

pantau.com
13 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan kesiapan Ankara untuk menjadi mediator antara Amerika Serikat dan Iran guna meredakan ketegangan yang semakin meningkat di kawasan Timur Tengah.

Erdogan Tawarkan Mediasi, Iran Sambut Baik

"Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian," menurut pernyataan resmi dari kantor kepresidenan Turki.

Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin membahas hubungan bilateral antara Turki dan Iran serta situasi keamanan di kawasan.

"Selama percakapan tersebut, Presiden Erdogan menekankan bahwa Turki siap menjadi mediator antara Iran dan Amerika Serikat untuk mengurangi ketegangan dan menyelesaikan masalah," lanjut pernyataan tersebut.

Erdogan juga menyampaikan bahwa ia akan menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang sedang berada di Turki pada hari yang sama.

Ketegangan Memuncak, Protes dan Ancaman Serangan Warnai Situasi

Sebelumnya, beberapa sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk seperti Qatar, Arab Saudi, dan Oman telah mendesak Presiden AS Donald Trump agar tidak melakukan serangan terhadap Iran.

Menurut laporan News Nation awal Januari 2026, negara-negara tersebut meminta Trump untuk "memberi Iran kesempatan" dalam menyelesaikan persoalan secara damai.

Ketegangan ini diperburuk oleh gelombang protes besar yang terjadi di Iran pada akhir Desember 2025, dipicu oleh kekhawatiran masyarakat atas inflasi tinggi dan melemahnya nilai tukar mata uang lokal, rial Iran.

Aksi protes di sejumlah kota berubah menjadi bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan.

Para demonstran meneriakkan slogan-slogan kritik terhadap pemerintah, dan dilaporkan terjadi korban jiwa dari kedua belah pihak.

Di tengah situasi yang memanas, Presiden Donald Trump menyatakan akan mendukung serangan terhadap Iran jika negara tersebut tetap melanjutkan pengembangan program rudal dan nuklir.

Trump juga mengancam akan melancarkan serangan besar jika terdapat demonstran yang terbunuh selama gelombang protes berlangsung.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cari HP Gaming Murah? Ini Rekomendasi Terbaik di Harga Rp5 Jutaan
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Harlah 100 Tahun Masehi, NU Konsisten Jadikan NKRI Kubu Perjuangan
• 4 jam lalukompas.id
thumb
3 TKA China Pengeroyok 2 Pekerja Tambang di Kolaka Ditetapkan Tersangka
• 19 jam laludetik.com
thumb
Jadwal Lengkap MotoGP 2026: Dimulai Februari, GP Indonesia di Sirkuit Mandalika Digelar Kapan?
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Latar Belakang Adies Kadir, Disebut Bukan Penentu Independensi di MK
• 7 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.