Don Lemon Ditangkap: Jurnalis Senior Jadi Tersangka Pascaprotes Anti-ICE di Minnesota

mediaindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita
 
Jurnalis senior Amerika Serikat, Don Lemon, resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap oleh agen federal pada Kamis malam (29/1) waktu setempat. Penangkapan ini terkait dengan keterlibatannya dalam aksi protes anti-Immigration and Customs Enforcement (ICE) di sebuah gereja di St. Paul, Minnesota, pertengahan Januari lalu. 
Tuduhan Konspirasi dan Pelanggaran Hak Sipil

Mantan pembawa berita CNN tersebut ditangkap di Los Angeles saat sedang meliput acara Grammy Awards. Departemen Kehakiman AS di bawah arahan Jaksa Agung Pam Bondi mendakwa Lemon dengan tuduhan kejahatan hak sipil federal. Ia dituduh melakukan konspirasi dan melanggar Freedom of Access to Clinic Entrances (FACE) Act, sebuah undang-undang yang melarang penggunaan kekerasan atau ancaman untuk mengganggu kebebasan beribadah.

"Atas arahan saya, pagi ini agen federal menangkap Don Lemon, Trahern Jeen Crews, Georgia Fort, dan Jamael Lydell Lundy sehubungan dengan serangan terkoordinasi di Cities Church, St. Paul," tegas Jaksa Agung Bondi melalui pernyataan resminya di media sosial, Jumat (30/1).

Kronologi Protes di Cities Church

Kasus ini bermula dari insiden pada 18 Januari 2026, ketika sekelompok demonstran memasuki Cities Church di St. Paul. Protes itu menargetkan David Easterwood, seorang pendeta di gereja tersebut yang juga menjabat sebagai pimpinan kantor lapangan ICE setempat.

Baca juga : Buntut Penembakan Alex Pretti, Agen Federal ICE akan Angkat Kaki dari Minneapolis

Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan "ICE Out" di tengah ibadah, sebagai respons atas tindakan keras aparat imigrasi di wilayah tersebut. Lemon, yang saat itu berada di lokasi, bersikeras bahwa ia hadir semata-mata sebagai jurnalis independen untuk mendokumentasikan peristiwa tersebut, bukan sebagai partisipan aksi.

"Klien saya telah menjadi jurnalis selama 30 tahun. Pekerjaannya yang dilindungi konstitusi. Apa yang dia lakukan di Minneapolis tidak berbeda dengan apa yang selalu ia lakukan selama ini. Ini adalah serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Amandemen Pertama," ujar Pengacara Don Lemon, Abbe Lowell.

Kontroversi Hukum dan Kebebasan Pers

Penangkapan ini memicu perdebatan panas mengenai kebebasan pers di Amerika Serikat pada tahun 2026. Sebelumnya, seorang hakim pengadilan federal di Minnesota sempat menolak menandatangani surat perintah penangkapan untuk Lemon karena dinilai kurangnya bukti yang cukup (probable cause). Namun, Departemen Kehakiman tetap melanjutkan kasus ini melalui jalur lain hingga berujung pada penangkapan paksa.

Baca juga : Trump Melunak di Tengah Tekanan Publik atas Penembakan Alex Pretti di Minneapolis

Selain Lemon, jurnalis independen Georgia Fort juga turut ditahan. Kelompok advokasi kebebasan pers mengecam keras tindakan ini, menyebutnya sebagai upaya intimidasi terhadap jurnalis yang meliput isu-isu sensitif terkait kebijakan pemerintah federal.

Konteks Politik yang Memanas

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara pemerintahan federal dan aktivis sipil terkait operasi penegakan imigrasi di Minnesota. Dua penembakan fatal yang melibatkan agen federal di Minneapolis beberapa waktu sebelumnya telah memicu gelombang protes besar-besaran.

Don Lemon dijadwalkan akan menjalani sidang perdana di pengadilan federal Los Angeles pada Jumat sore waktu setempat. Jika terbukti bersalah melanggar FACE Act dan tuduhan konspirasi, ia dapat menghadapi ancaman hukuman penjara dan denda yang signifikan. (E-3)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Ungkap Alasan Belum Tahan Eks Menag Yaqut usai Diperiksa terkait Kasus Penentuan Kuota Haji
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Harga Minyak Mentah Dunia Melejit, Brent Nyaris USD70/Barel
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Temui kelompok separatis, Kanada berharap AS hormati kedaulatan
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
36 WNI Eks Pekerja Scammer Kamboja Dipulangkan, Ribuan Orang Masih Tertahan
• 4 jam lalukompas.com
thumb
BPW Indonesia Luncurkan BPW Muda, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan
• 5 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.