Penyatuan Musik dan Film dalam Perjalanan Panjang Miles Films

kompas.id
13 jam lalu
Cover Berita

Aktris Sherina Munaf merapatkan badannya ke dinding. Tangannya memencet sebuah tombol, lalu telinganya didekatkan ke speaker kecil. Selama beberapa detik, dia tampak khusyuk mendengarkan suara yang keluar dari pelantang itu.

Suara yang didengarkan Sherina itu adalah rekaman suaranya sendiri saat membicarakan pengalamannya sebagai penata musik film Petualangan Sherina 2 (2023). Dalam rekaman itu, Sherina antara lain mengenang Elfa Secioria, komposer dan pencipta lagu yang menjadi penata musik film Petualangan Sherina (2000).

Dalam arsip audio tersebut, Sherina juga menyebut bahwa komposisi musik yang diciptakan Elfa dalam Petualangan Sherina turut menginspirasinya saat menjadi penata musik untuk Petualangan Sherina 2. ”Apa yang Om Elfa lakukan dulu bukan sama sekali menjadi kerangkeng, everything is an inspiration,” katanya dalam rekaman itu.

Senin (26/1/2026) sore itu, Sherina sedang berkeliling melihat pameran Musik Miles Films: 30 Tahun Mendengar Terdengar yang digelar di Ruang Pamer Temporer Galeri Lokananta, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Dinding dengan tombol dan pelantang yang mengeluarkan suara itu merupakan bagian dari pameran tersebut.

Pameran yang berlangsung hingga September 2026 itu menampilkan kekayaan arsip yang mengeksplorasi hubungan antara musik dan film dalam karya-karya rumah produksi Miles Films. Dalam penyelenggaraan pameran ini, Miles Films berkolaborasi dengan Lokananta dan .this/PLAY Studio, studio desain multidisiplin yang dikenal lewat pendekatan eksperimental dan interaktif dalam merancang pameran.

Didirikan tahun 1995 oleh produser Mira Lesmana, Miles Films merupakan salah satu rumah produksi yang punya peran sangat penting dalam sejarah perfilman Indonesia. Melalui sejumlah filmnya yang legendaris, Miles Films turut mendorong kebangkitan industri film Indonesia.

Baca Juga”Rangga & Cinta”, Nostalgia Lintas Generasi

Selain Petualangan Sherina, Miles juga memproduksi sejumlah film populer, seperti Ada Apa dengan Cinta? (2002), Gie (2005), Garasi (2006), 3 Hari untuk Selamanya (2007), Laskar Pelangi (2008), Sang Pemimpi (2009), Atambua 39°C (2012), Sokola Rimba (2013), Pendekar Tongkat Emas (2014), Ada Apa dengan Cinta? 2 (2016), hingga Petualangan Sherina 2 serta Rangga & Cinta (2025).

Dalam berbagai film karya Miles Films, musik memegang peranan yang sangat penting. Apalagi, dalam perjalanan selama sekitar 30 tahun ini, Miles Films memproduksi sejumlah film musikal, seperti Petualangan Sherina, Petualangan Sherina 2, serta Rangga & Cinta. Sejumlah film dari Miles Films, misalnya Ada Apa dengan Cinta?, Garasi, dan Laskar Pelangi, juga melahirkan lagu-lagu populer yang mewarnai dunia musik Indonesia.

Mira Lesmana mengatakan, Miles Films telah melalui perjalanan panjang dari era analog sampai revolusi digital. Dalam perjalanan panjang itu, musik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari film yang diproduksi Miles Films. Oleh karena itu, pameran ini diharapkan bisa menunjukkan kepada berbagai pihak, termasuk generasi muda, mengenai karya-karya Miles Films.

”Saya sangat berharap generasi baru bisa menikmati dan melihat perjalanan kami dan bagaimana musik dan film bisa menjadi satu kesatuan yang utuh,” ujar Mira dalam pembukaan pameran Musik Miles Films: 30 Tahun Mendengar Terdengar.

Creative Director Miles Films Riri Riza menyebut, musik selalu menjadi bagian tak terpisahkan dalam kerja kreatif di Miles Films. Bahkan, saat menyiapkan produksi sebuah film, riset tentang musik selalu menjadi bagian penting. ”Riset tentang musik itu menjadi bagian untuk mempersiapkan film,” kata Riri yang dikenal sebagai sutradara dan penulis skenario.

Baca Juga”Petualangan Sherina 2”, Apa Kabar Sahabat Lama?

Sementara itu, Sherina mengaku sangat bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan panjang Miles Films. ”Miles sebagai rumah produksi film akan selalu menjadi rumah juga buat aku, keluarga buat aku. Bisa berkontribusi secara kreatif dan dipercaya, aku sangat bahagia,” tutur aktris dan penyanyi yang menjadi pemeran utama dalam film Petualangan Sherina dan Petualangan Sherina 2 itu.

Sherina menuturkan, ketika berkeliling melihat pameran itu, salah satu yang sangat berkesan baginya adalah saat mendengar arsip rekaman suara Elfa Secioria tahun 2000. ”Ada suara Om Elfa di situ. Dan rasanya dekat banget. Jadi, kayak dengar Om Elfa ada lagi. Itu kali yang paling kena buat aku,” ucapnya.

Interaksi

Pameran Musik Miles Films: 30 Tahun Mendengar Terdengar terbagi ke dalam beberapa ruang. Di ruang pertama terdapat informasi lini masa perkembangan Miles Films sejak tahun 1995. Di bagian ini, pengunjung bisa mendapatkan informasi mengenai karya pertama Miles Films berjudul Anak Seribu Pulau yang diproduksi tahun 1996 hingga Rangga & Cinta yang dirilis tahun 2025.

Di antara informasi visual di bagian ini terdapat pelantang yang bisa mengeluarkan suara saat tombol di dekatnya dipencet. Suara-suara itu merupakan arsip audio yang antara lain berisi rekaman pernyataan sejumlah orang, misalnya Mira Lesmana dan Sherina, mengenai proses kreatif di Miles Films, terutama yang berkait dengan musik.

Baca JugaMira Lesmana Menjadi ”Mak Comblang”

Pada ruangan kedua ditampilkan berbagai sampul rilisan fisik dari musik dan film karya Miles Films, misalnya berupa kaset, compact disc (CD), dan sebagainya. Di ruangan ini, pengunjung bisa memperoleh gambaran bahwa karya film dan musik bisa dirilis menjadi produk dengan beragam medium.

Adapun di ruang ketiga, pengunjung diajak berinteraksi dengan sejumlah lagu dan potongan film yang diproduksi Miles Films. Di ruangan ini terdapat sejumlah layar yang menampilkan potongan beberapa film, seperti Ada Apa dengan Cinta?, Gie, Garasi, 3 Hari untuk Selamanya, dan Atambua 39°C. Selain itu, terdapat sejumlah headphone untuk mendengarkan lagu.

Pengunjung pun bisa menikmati sensasi mendengarkan lagu sambil menikmati potongan film. Memang terkadang lagu yang didengarkan sebenarnya tak terkait langsung dengan filmnya, tetapi mungkin masih terasa ada koneksi karena dua karya itu sama-sama berasal dari semesta Miles Films.

Pengunjung antara lain bisa mendengarkan lagu ”Pulang” dari grup musik Float (yang merupakan salah satu lagu di 3 Hari untuk Selamanya) sambil menonton potongan adegan Atambua 39°C. Atau menyimak lagu ”Lihatlah Lebih Dekat” dari Petualangan Sherina yang dinyanyikan kembali oleh Yura Yunita sambil menonton potongan film Garasi.

Saya sangat berharap generasi baru bisa menikmati dan melihat perjalanan kami dan bagaimana musik dan film bisa menjadi satu kesatuan yang utuh.

Di ruangan lain, pengunjung diajak mencoba menciptakan efek suara untuk mengiringi potongan adegan film Pendekar Tongkat Emas. Di ruangan tersebut terdapat beberapa layar yang menayangkan potongan film laga itu. Di depan layar terdapat sejumlah properti, seperti potongan balok kayu, lembaran plastik, dan tongkat kayu, yang bisa digunakan untuk menciptakan efek suara beragam adegan perkelahian Pendekar Tongkat Emas.

Dengan pengaturan semacam itu, pameran ini memang merangsang lahirnya interaksi dengan pengunjung. Oleh karena itu, pengunjung tidak hanya datang untuk membaca informasi atau mendengarkan arsip audio, tetapi bisa merasakan pengalaman lebih kaya tentang bagaimana musik berperan penting dalam film-film karya Miles Films.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jokowi: Saya Siap Habis-habisan untuk PSI
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Whip Pink Jadi Penyebab Tewasnya Lula Lahfah? Ini Kata Kemenkes dan Polisi
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Penyalahgunaan Gas N2O Bisa Sebabkan Kematian, ini Kata Kemenkes
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Barcelona Perpanjang Kontrak Fermin Lopez hingga 2031, Perannya Kian Vital di Era Hansi Flick
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Tempaan Bernardo Tavares! Alasan Bomber Lokal Persebaya Surabaya Malik Risaldi Siap Meledak Layaknya Ramadhan Sananta Saat di PSM
• 21 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.