Airlangga Sebut Inflasi Kuartal I-2026 Berpotensi Tertekan, Ini Penyebabnya

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Inflasi 2026 berpotensi menghadapi tekanan pada kuartal I-2026.

Airlangga Sebut Inflasi Kuartal I-2026 Berpotensi Tertekan, Ini Penyebabnya (FOTO: iNews Media Group)

IDXChannel - Pemerintah mendorong perumusan kebijakan administered prices dengan mempertimbangkan timing, sequencing, dan magnitude untuk mendukung stabilitas harga dan daya beli masyarakat, serta memperkuat sinergi kebijakan dan komunikasi untuk mengelola ekspektasi inflasi masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, inflasi 2026 berpotensi menghadapi tekanan pada kuartal I-2026. Hal ini disebabkan oleh ketidakpastian global (imported inflation), iklim dan faktor cuaca, serta pola musiman Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri.

Baca Juga:
Bapanas Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri

Untuk itu, Pemerintah menyiapkan stimulus berupa pemberian diskon transportasi dan diskon tarif tol, serta pemberian bantuan pangan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berada pada desil 1 s.d. 4, di bulan Februari dan Maret 2026.

“Pemerintah juga terus mendorong di daerah bencana untuk dukungan infrastruktur dan logistik agar kita bisa menjaga, dan tadi disampaikan bahwa di daerah tersebut inflasi sudah mulai turun," ujar Menko Airlangga dalam keterangan pers Sabtu (31/1/2026).

Baca Juga:
Data Perdagangan Saham Ditutup Bervariasi, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp15.046 Triliun

Kemudian untuk menjelang Hari Raya Lebaran nanti, beberapa program telah dipersiapkan, termasuk untuk diskon transportasi, baik itu pesawat, kereta api, angkutan laut, angkutan darat, dan juga jalan tol itu sudah dipersiapkan. Demikian juga untuk bantuan sosial, baik itu beras maupun minyak kita sedang siapkan juga.

Terkait volatile food, terutama makanan, terus  dijaga di kisaran 3 sampai dengan 5 persen. Pemerintah juga mendorong agar koordinasi antara Daerah dan Pusat terus dijaga, terutama untuk pengadaan pasokan pangan antarwaktu dan antarwilayah, melalui peningkatan produktivitas dan pembiayaan, meningkatkan kelancaran logistik untuk beberapa komoditas seperti bawang merah, bawang putih, dan juga tentu yang penting mengenai beras

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Melemah, Nasdaq Turun Didominasi Saham Teknologi

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
3 Pasien Rehabilitasi Narkoba di Bogor Kabur ke Sungai, 2 Orang Dievakuasi
• 5 jam laludetik.com
thumb
Berangkat dari Pagerungan Besar, Recycling Center ditargetkan jadi etalase edukasi lingkungan di Sapeken
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Rusia Angkat Kaki dari Qamishli, 100 Ribu Pasukan Kurdi Terjepit di Bawah Serangan Turki
• 4 jam laluerabaru.net
thumb
Pemprov DKI Jakarta Andalkan Pasar Murah untuk Jaga Stabilitas Harga dan Tekan Inflasi
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Said Abdullah Soal Fraksi Gabungan, Disebut Menyulitkan dalam Praktik Politik
• 8 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.