Trump Tunjuk Kevin Warsh Jadi Ketua The Fed, Gantikan Powell

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menunjuk Kevin Warsh sebagai Ketua Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) berikutnya. Penunjukan ini mengakhiri spekulasi panjang soal siapa yang akan memegang kendali kebijakan suku bunga Amerika Serikat, di tengah dorongan Trump agar suku bunga segera dipangkas.

Mengutip Bloomberg, Warsh akan menggantikan Jerome Powell setelah masa jabatan Powell berakhir pada Mei mendatang. Sosok berusia 55 tahun ini bukan orang baru di lingkaran Trump. Ia pernah menjadi penasihat kebijakan ekonomi presiden dan juga mantan gubernur The Fed.

Penunjukan ini sekaligus menjadi momen kembalinya Warsh ke posisi strategis. Sebelumnya, ia sempat menyerukan perlunya perombakan besar di tubuh The Fed, namun gagal terpilih sebagai ketua pada 2017 ketika Trump justru menunjuk Powell.

Jika nantinya mendapat persetujuan Senat, Warsh akan memimpin The Fed di tengah kekhawatiran sejumlah ekonom dan investor soal independensi bank sentral AS yang dinilai makin tertekan oleh Gedung Putih. Pada 2025, Warsh terlihat sejalan dengan Trump dengan secara terbuka mendukung penurunan suku bunga, meski ia dikenal lama sebagai sosok yang tegas terhadap inflasi.

“Saya telah mengenal Kevin sejak lama, dan saya tidak ragu bahwa dia akan tercatat sebagai salah satu Ketua The Fed yang hebat, mungkin yang terbaik,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

“Selain semua itu, dia adalah sosok yang ‘pas dengan peran sentral,’ dan dia tidak akan pernah mengecewakan Anda,” tambahnya.

Trump juga menegaskan dirinya tidak meminta komitmen khusus dari Warsh soal pemangkasan suku bunga. Hal itu disampaikan setelah Trump kembali melontarkan kritik terhadap The Fed di era Powell yang dinilai terlalu lambat menurunkan suku bunga.

“Tidak, tetapi kami membicarakannya, dan saya telah mengikuti perkembangannya, dan saya tidak ingin menanyakan pertanyaan itu kepadanya. Saya pikir itu tidak pantas,” kata Trump.

Profil Kevin Warsh

Kevin Warsh lahir di Albany, New York, pada 13 April 1970. Ia berasal dari keluarga Yahudi dan merupakan anak ketiga dari pasangan Robert Warsh dan Judith Warsh.

Usai lulus dari Shaker High School di Latham, Warsh melanjutkan pendidikan ke Stanford University dengan fokus pada ekonomi dan ilmu politik. Ia meraih gelar sarjana kebijakan publik pada 1992, lalu melanjutkan studi hukum di Harvard Law School dan lulus dengan predikat cum laude pada 1995.

Selain itu, Warsh juga sempat mengikuti berbagai kursus terkait pasar modal dan pasar obligasi di MIT Sloan School of Management serta Harvard Business School.

Karier profesionalnya dimulai di Morgan Stanley, New York, pada 1995. Selama tujuh tahun, ia meniti karier hingga dipercaya menjadi direktur eksekutif di Departemen Merger dan Akuisisi. Pada 2002–2006, Warsh menjabat sebagai asisten khusus presiden untuk kebijakan ekonomi sekaligus sekretaris eksekutif Dewan Ekonomi Nasional.

Dalam peran tersebut, Warsh banyak memberi masukan kepada presiden dan pejabat senior terkait isu ekonomi AS, termasuk pasar modal, perbankan, surat berharga, hingga asuransi. Ia juga terlibat dalam Kelompok Kerja Pasar Finansial dan menjadi penghubung utama antara pemerintah dengan lembaga pengawas keuangan independen.

Saat menjabat sebagai gubernur The Fed pada 2006–2011, Warsh dikenal vokal mendorong kenaikan suku bunga, bahkan ketika krisis keuangan global melanda. Ia kerap memperingatkan risiko inflasi, pandangan yang kembali ia sampaikan beberapa tahun lalu. Namun belakangan, sikapnya berubah dengan mendukung penurunan biaya pinjaman.

Perubahan sikap tersebut muncul seiring menguatnya tekanan Trump agar The Fed menurunkan suku bunga. Trump pun menegaskan hanya akan memilih kandidat yang siap menjalankan kebijakan tersebut.

“Bank Sentral AS (Fed) memiliki kebijakan yang benar-benar salah, neraca keuangannya besar, seperti kita berada di krisis tahun 2008 atau pandemi 2020, dan suku bunganya terlalu tinggi,” kata Warsh pada hari Minggu dalam penampilan di televisi Fox News.

“Fed perlu mengecilkan neraca keuangannya dan memangkas suku bunga. Dengan demikian, masyarakat umum dapat memperoleh biaya kredit yang jauh lebih rendah,” tambah dia.

Tak hanya soal suku bunga, Warsh juga menyiapkan agenda besar untuk membenahi The Fed. Mulai dari cara lembaga itu memandang inflasi hingga struktur kepegawaiannya, ia ingin membentuk ulang The Fed yang menurutnya telah kehilangan arah.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ketua OJK Mahendra Siregar Mundur, Dua Pejabat Kunci Pengawas Pasar Modal Ikut Lepas Jabatan
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Mengenal Teknik 90 Minutes 90 Days
• 32 menit lalubeautynesia.id
thumb
Polisi ringkus komplotan perempuan WNA pencuri emas di Surabaya
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Ujian untuk Kevin Warsh Calon Kuat Bos The Fed
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Polisi Ungkap Kandungan Isi Tabung Whip Pink di Kamar Lula Lahfah
• 4 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.