Bisnis.com, JAKARTA — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menargetkan nilai transaksi hingga Rp520 miliar dalam penyelenggaraan Garuda Indonesia Umrah Travel Fair (GUTF) 2026.
Direktur Niaga Garuda Indonesia Reza Aulia Haki mengatakan transaksi tersebut didukung oleh ketersediaan sekitar 40.000 kursi penerbangan untuk rute umrah, seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap perjalanan ibadah ke Tanah Suci.
GUTF 2026 menjadi salah satu strategi Garuda untuk menangkap potensi pasar umrah sekaligus menjaga kontribusi pendapatan dari segmen penerbangan internasional berbasis religi.
“Garuda Indonesia menargetkan transaksi hingga Rp520 miliar melalui ketersediaan sedikitnya 40.000 kursi penerbangan,” ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (30/1/2026).
Reza Aulia menambahkan bahwa pelaksanaan GUTF tidak hanya berfokus pada penjualan tiket, tetapi juga pada penciptaan nilai ekonomi yang lebih luas melalui kolaborasi dengan mitra perbankan syariah.
“Melalui GUTF 2026, kami menghadirkan berbagai pilihan perjalanan umrah dengan skema yang lebih terjangkau dan terencana. Ini menjadi upaya kami untuk memperluas akses masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan transaksi secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Garuda menawarkan paket perjalanan umrah dan haji plus, termasuk tiket penerbangan rute pulang-pergi Jeddah dengan periode keberangkatan hingga Januari 2027.
Harga tiket kelas ekonomi ditawarkan mulai dari Rp14,1 juta, sementara kelas bisnis mulai dari Rp34,1 juta, dengan potensi kontribusi signifikan terhadap total nilai transaksi yang dibidik.
Garuda Indonesia Umrah Travel Fair (GUTF) 2026 diawali di Jakarta, Atrium Mal Kota Kasablanka mulai 30 Januari 2026 sampai dengan 1 Februari 2026 mendatang.
Setelah di Jakarta, GUTF 2026 selanjutnya akan dilaksanakan secara serentak akan dilaksanakan secara serentak di Mall Ratu Indah, Makassar dan Pakuwon City Mall, Surabaya pada 6-8 Februari 2026.
Dari sisi pembiayaan, Bank Syariah Indonesia sebagai bank partner akan menyediakan berbagai skema pembayaran berbasis syariah. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendorong realisasi transaksi, khususnya dari segmen nasabah ritel yang memanfaatkan cicilan dan pembiayaan jangka menengah.
Reza memaparkan, sepanjang tahun 2025, Garuda Indonesia telah melayani lebih dari 530.000 penumpang umrah, sebuah peningkatan sekitar 37% dibandingkan dengan pada 2024.
Perseroan berharap dapat mengoptimalkan peluang ini sejalan dengan pertumbuhan jumlah jemaah Indonesia yang melaksanakan ibadah umrah maupun ibadah haji, serta pergerakan angkutan menuju tanah suci yang mencatatkan pertumbuhan hingga 40%.
“Dengan optimalisasi kesiapan alat produksi, kami menargetkan pertumbuhan penumpang umrah menjadi 11% pada 2026 ini,” imbuhnya.
Adapun pada tahun sebelumnya, travel fair ini berhasil menjaring sekitar 33.000 jemaah dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp470 miliar.
“Tahun ini dengan nilai transaksi sekitar Rp520 miliar. Artinya ada peningkatan sekitar Rp50 miliar dibandingkan tahun sebelumnya,” imbuh Reza.


