Menteri PPPA Soroti Dampak Sengketa Lahan Padang Halaban terhadap Anak, Serukan Dialog dan Perlindungan

pantau.com
11 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan bahwa penyelesaian konflik lahan di Desa Padang Halaban, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, harus mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.

Anak-Anak Paling Rentan, Penyelesaian Konflik Harus Berbasis Kemanusiaan

"Setiap tindakan di lapangan harus menjunjung tinggi kepentingan terbaik bagi anak," tegas Arifah, menanggapi penggusuran lahan dan rumah warga akibat sengketa antara kelompok tani lokal dan perusahaan pemegang hak guna usaha (HGU).

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan penyelesaian konflik bukan hanya soal kepastian hukum atas tanah, tetapi juga menyangkut perlindungan terhadap hak, keselamatan, dan masa depan anak-anak terdampak.

KemenPPPA menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi penggusuran yang menghadirkan alat berat di dekat permukiman warga, serta ketidakmampuan aparat menciptakan rasa aman, khususnya bagi anak-anak.

Anak-anak disebut sebagai kelompok paling rentan dalam konflik ini karena kehilangan rumah dan lahan pertanian keluarga mereka.

Kondisi tersebut dinilai mengganggu hak anak atas tempat tinggal yang layak, aman, dan mendukung tumbuh kembang secara optimal.

Selain itu, anak-anak turut mengalami ketakutan, tekanan psikososial, dan ketidakpastian yang berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kondisi fisik, mental, dan emosional mereka.

Tidak Ada Kekerasan Fisik, Tapi Pemantauan Tetap Diperlukan

Melalui koordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah PPPA Labuhanbatu Utara, KemenPPPA memastikan bahwa:

  • Tidak ditemukan kekerasan langsung terhadap anak.
  • Anak-anak masih berada dalam pengasuhan keluarga.
  • Kegiatan pendidikan anak tetap berjalan.

Meskipun demikian, Arifah menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan dan kesiapsiagaan dari semua pihak untuk menjamin perlindungan anak apabila konflik terus berlanjut.

Ia berharap penyelesaian konflik dapat ditempuh melalui dialog dan pendekatan kekeluargaan, tanpa mengabaikan dampak psikologis terhadap anak-anak.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sempat Minta Tak Dikembalikan, Ditjenpas Tetap Bawa Ammar Zoni ke Nusakambangan
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Menhan Sebut Presiden Diskusikan Kondisi Bangsa Bersama Tokoh Nasional
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menhan Sebut 4.000 ASN Jakarta akan Dilatih Jadi Komcad, Ini Tujuannya
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Jokowi Minta PSI Perkuat Struktur Partai dari Kota hingga RT/RW
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Copot Kombes Edy Setyanto, Ini Alasan Polri Tunjuk Dir Narkoba Jadi Plh Kapolresta Sleman
• 1 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.