JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi akhirnya mengungkap temuan tabung Whip Pink di apartemen Lula Lahfah sepekan setelah influenser itu ditemukan meninggal dunia.
Temuan tabung Whip Pink ini menambah teka-teki terkait pernyataan dan dugaan yang sempat beredar luas di media sosial mengenai kondisi Lula sebelum meninggal.
Ditemukan di kamar ARTSetelah Lula dievakuasi ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/1/2026) malam, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Baca juga: Tabir Kematian Lula Lahfah Terkuak, Menyisakan Cerita yang Belum Lengkap
Di kamar asisten rumah tangga (ART) yang tinggal di apartemen, Asiah, polisi menemukan tabung Whip Pink.
Tabung itu berada di pojok ruangan, bersandar pada tumpukan barang, di samping kotak pasir kucing.
"Tabung itu kami temukan di kamar dari saudari A yang mana asisten rumah tangga (ART), pada saat melaksanakan olah TKP,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Mohamad Iskandarsyah dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).
Menurut Iskandarsyah, tabung tersebut awalnya dibawa oleh Asiah dari lobi apartemen. Tabung itu merupakan titipan Lula yang saat itu sedang berada di rumah sakit, dibungkus plastik, dan dibawa ke kamar oleh Asiah.
Peristiwa ini terekam kamera CCTV lift pada Kamis (22/1/2026) pukul 21.58 WIB.
“Berdasarkan keterangan saudari A, dia terlihat mengambil suatu titipan yang berada di lobi. Dia membawa satu bungkusan,” kata Iskandar.
Kepada penyelidik, Asiah mengaku baru pertama kali melihat tabung Whip Pink tersebut.
Baca juga: N2O pada Whip Pink Belum Masuk Barang Ilegal, Polisi: Kalau Dikonsumsi, Itu Penyalahgunaan
“Terkait tabung pink tersebut, kami sudah memeriksa beberapa saksi. ART-nya, saudari A, memberi kesaksian bahwa baru pertama kali melihat tabung gas itu,” jelas dia.
Ada temuan DNA LulaPolisi memastikan bahwa tabung itu milik Lula berdasarkan temuan DNA sentuh atau sidik jari Lula yang dicocokkan dengan DNA ayahnya.
“Kami melihat ada barang-barang yang disentuh, dibawa oleh saudari LL yang kami pastikan bahwa barang-barang itu memang milik saudari LL, yang salah satunya kita lihat tadi tabung pink,” lanjut Iskandar.
Meski demikian, polisi tidak menyimpulkan bahwa Lula pernah menggunakan gas tertawa tersebut.
Tidak ada bukti yang menunjukkan dia menyesap gas itu. Pemeriksaan darah maupun organ dalam Lula juga tidak dilakukan karena keluarga menolak autopsi.


