Nisfu Syaban 2026: Jadwal, Keutamaan, dan Tata Cara Amalan Malam Pengampunan

mediaindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
 

Bulan Ramadan 1447 Hijriah sudah di depan mata. Namun, sebelum kita memasuki bulan suci tersebut, umat Islam akan dipertemukan dengan satu malam yang sangat istimewa, yakni Malam Nisfu Syaban. Di tahun 2026 ini, momentum pertengahan bulan Syaban menjadi "gerbang" spiritual yang krusial untuk mempersiapkan hati dan jiwa.

Bagi masyarakat Indonesia, malam Nisfu Syaban bukan sekadar pergantian waktu, melainkan malam yang penuh dengan tradisi ibadah, doa bersama, dan permohonan ampunan. Dikenal juga sebagai Lailatul Bara'ah atau malam pembebasan, ini adalah waktu di mana catatan amal manusia diangkat ke hadapan Allah SWT.

Jadwal Malam Nisfu Syaban 2026

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama, tanggal 1 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Dengan demikian, perhitungan untuk Nisfu Syaban (tanggal 15 Syaban) adalah sebagai berikut:

Baca juga : Panduan Lengkap Amalan Malam Nisfu Syaban 2026: Doa, Tata Cara, dan Keutamaan

Waktu Pelaksanaan:

Malam Nisfu Syaban: Senin Malam, 2 Februari 2026 (Ba'da Maghrib)

Puasa Nisfu Syaban: Selasa, 3 Februari 2026

Malam Nisfu Syaban dimulai sejak matahari terbenam pada hari Senin, 2 Februari 2026. Umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan malam tersebut dengan berbagai amalan saleh hingga waktu Subuh tiba.

Baca juga : 5 Amalan Nisfu Syaban Beserta Panduan Doa Mustajab, Simak Sampai Habis

Keutamaan Malam Nisfu Syaban

Para ulama menyebut bulan Syaban sebagai bulan "penyiraman" tanaman amal sebelum dipanen pada bulan Ramadan. Berikut adalah beberapa keutamaan malam Nisfu Syaban yang perlu diketahui:

  • Malam Pengampunan Dosa (Maghfirah): Dalam sebuah hadis shahih yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda bahwa pada malam ini Allah SWT menilik kepada makhluk-Nya dan mengampuni semuanya, kecuali orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan (menyimpan dendam).
  • Malam Dikabulkannya Doa: Imam Syafi'i dalam kitab Al-Umm menyebutkan bahwa doa mustajab pada lima malam, salah satunya adalah malam Nisfu Syaban.
  • Peralihan Arah Kiblat: Secara historis, sebagian ulama tafsir berpendapat bahwa perpindahan arah kiblat dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram terjadi pada bulan Syaban.
Amalan yang Dianjurkan

Untuk memaksimalkan keberkahan di malam yang mulia ini, berikut adalah rangkaian amalan yang bisa dilakukan:

1. Membaca Surah Yasin 3 Kali

Ini adalah tradisi yang sangat lekat dengan umat Islam di Nusantara. Membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali dilakukan setelah salat Maghrib dengan niat-niat khusus:

  • Bacaan Pertama: Diniatkan untuk memohon umur panjang dalam ketaatan kepada Allah SWT.
  • Bacaan Kedua: Diniatkan untuk memohon rezeki yang halal, berkah, dan dijauhkan dari bala bencana.
  • Bacaan Ketiga: Diniatkan untuk memohon keteguhan iman dan wafat dalam keadaan husnul khotimah.
2. Salat Sunah dan Qiyamul Lail

Menghidupkan malam dengan salat sunah seperti Salat Taubat, Salat Hajat, dan Salat Tahajud. Ini adalah waktu terbaik untuk bersujud dan mengakui segala kesalahan sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

3. Memperbanyak Istighfar dan Syahadat

Dianjurkan untuk memperbanyak membaca Sayyidul Istighfar dan kalimat tauhid. Mengingat ini adalah malam penutupan catatan amal tahunan, alangkah baiknya jika catatan tersebut ditutup dengan permohonan ampun.

4. Puasa Ayyamul Bidh

Karena Nisfu Syaban jatuh pada pertengahan bulan, sangat dianjurkan untuk menggabungkan amalan malamnya dengan puasa sunah Ayyamul Bidh pada siang harinya (13, 14, dan 15 Syaban).

Bacaan Doa Malam Nisfu Syaban

Berikut adalah doa yang masyhur dibaca pada malam Nisfu Syaban. Doa ini berisi pujian kepada Allah dan permohonan agar takdir yang buruk diubah menjadi baik.

اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْنَ وَأَمَانَ الْخَائِفِيْنَ

Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu 'alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in'âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa amânal khâ'ifîn.

Artinya: "Ya Allah Tuhanku pemilik anugerah dan pemberi nikmat, dan tidak ada yang memberi nikmat kepada-Mu. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan, wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut."

Persiapan Menuju Ramadan

Nisfu Syaban di tahun 2026 ini hendaknya menjadi titik balik. Jika diibaratkan siklus anggaran, ini adalah momen "tutup buku" sekaligus evaluasi kinerja spiritual kita selama setahun ke belakang.

Selain ibadah ritual, jangan lupakan ibadah sosial. Bersihkan hati dari dendam kepada sesama manusia. Selesaikan sengketa, minta maaf kepada orang tua, dan pererat silaturahmi. Allah SWT menunda ampunan bagi mereka yang masih bermusuhan (musyahin) hingga mereka berdamai.

Mari kita manfaatkan malam 2 Februari 2026 nanti dengan sebaik-baiknya. Siapkan sedekah terbaik—baik dalam bentuk tenaga maupun Mata Uang Rupiah—untuk membantu sesama sebagai bukti kesalehan sosial kita menyambut bulan suci.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pendanaan Tak Disahkan, Pemerintah AS Shutdown Sementara
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Pemimpin Gereja Bersolidaritas Bagi Korban Perampasan Hak Ulayat di Merauke, Berikut Pernyataan Sikapnya
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Petinggi OJK Ramai-Ramai Mundur, Ini Daftar Namanya!
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Jembatan Mulai Dibangun, Harapan Anak Sekolah di Meranti Segera Jadi Nyata
• 5 jam laludetik.com
thumb
PT Kilang Pertamina Internasional dan PT Garam Perkuat Sinergi Hilirisasi Garam
• 19 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.