Kepolisian Daerah (Polda) Riau kembali membangun Jembatan Merah Putih Presisi untuk membangun konektivitas masyarakat di pelosok. Kali ini, impian anak-anak Sekolah Dasar (SD) 18 Semulut, Sesa Banglas Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Meranti Polda Riau mendapatkan akses yang aman segera menjadi nyata.
Kegiatan pembangunan jembatan tersebut dimulai pada Kamis (29/1), dipimpin Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi. Kapolres menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan pembangunan masa depan generasi muda.
"Kehadiran kita di sini bukan hanya untuk membangun sebuah jembatan, tetapi membangun harapan, keselamatan, dan masa depan anak-anak kita. Jembatan ini adalah penghubung kehidupan yang menghubungkan rumah dengan sekolah, harapan orang tua dengan cita-cita anak-anaknya," ujar AKBP Aldi Alfa Faroqi, dalam keterangannya, Sabtu (31/1/2026).
Jembatan tersebut sangat krusial demi keselamatan para pelajar dan guru. Ia juga menegaskan tidak boleh lagi ada anak-anak yang harus mempertaruhkan keselamatan saat menuju sekolah akibat kondisi jembatan yang tidak layak.
Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa, pihak sekolah, masyarakat, serta seluruh personel Polri dan TNI yang terlibat. Ia berpesan agar pembangunan dilakukan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, serta tetap mengutamakan keselamatan kerja.
Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah desa, pihak sekolah, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat terwujudnya akses pendidikan yang aman dan layak bagi anak-anak di Desa Banglas Barat.
Pembangunan jembatan juga dimulai di wilayah Desa Kuala Merbau, Kecamatan Pulau Merbau. Jembatan tersebut selama ini menjadi akses utama anak-anak MTs Al-Anshor. Hal yang sama juga dilaksanakan di wilayah Desa Tanjung Gemuk, Kecamatan Rangsang.
Menjembatani Peradaban Menggapai Harapan
Kapolda Irjen Herry Heryawan menyampaikan kehadiran pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini adalah bentuk komitmen Polri dalam menghadirkan keadilan akses dan konektivitas bagi seluruh lapisan masyarakat Riau. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut langsung atas instruksi Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mempercepat pemerataan akses di daerah terpencil.
"Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini adalah bentuk pelaksanaan kegiatan kita kolaborasi dengan masyarakat. Polri hadir bergandengan tangan dengan Pemda-Pemda," ujar Irjen Herry Heryawan di Pekanbaru, Rabu (28/1).
Berdasarkan asesmen yang dilakukan tim Polda Riau, ditemukan fakta bahwa banyak wilayah yang terputus aksesnya akibat kondisi jembatan yang memprihatinkan. Sebagai respons cepat, Satgas ini akan menangani 26 titik jembatan yang tersebar di seluruh Provinsi Riau.
Rincian proyek tersebut meliputi, pembangunan baru 17 unit jembatan dengan total panjang mencapai 463 meter, dan renovasi/perbaikan 9 unit jembatan dengan total panjang 263 meter.
Menurut jenderal bintang dua tersebut, ada nilai keadilan yang sedang diperjuangkan. Ia menekankan bahwa anak-anak di pedalaman memiliki hak yang sama untuk bersekolah dengan aman, sebagaimana anak-anak di perkotaan yang memiliki akses mudah.
"Ada keadilan yang harus kita bangun di situ, bahwa saudara-saudara kita di daerah juga berhak memiliki dan merasakan fasilitas yang sama baiknya dengan tempat lain," tegasnya.
(mea/jbr)



