Investor Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, Net Sell Rp13,92 Triliun Sepekan

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Polemik MSCI dan Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak dapat dimungkiri menjadi sentimen negatif terhadap pasar saham Indonesia di mata global. Imbasnya, investor asing membukukan net sell jumbo pada pekan ini. 

Berdasarkan data BEI, indeks harga saham gabungan (IHSG) tercatat melemah 6,94% pada level 8.329,60 dalam sepekan atau pada periode 26 Januari-30 Januari 2026.

Volatilitas IHSG sangat tinggi pada pekan ini. Bahkan, IHSG mengalami dua kali pembekuan perdagangan sementara atau trading halt. Pertama, trading halt diberlakukan BEI pada Rabu (28/1/2026) pukul 13.43–14.13 WIB setelah IHSG jatuh 8%. Kedua, IHSG kembali jeblok 8% pada pukul 09.26 perdagangan Kamis (29/1/2026) sehingga trading halt kembali diterapkan selama 30 menit.

Kapitalisasi pasar bursa ikut menguap sebanyak Rp1.198 triliun sepekan menjadi Rp15.046 triliun dari Rp16.244 triliun pada pekan sebelumnya. 

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan investor asing pada Jumat (31/1/2026) mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp1,53 triliun. 

Merujuk data statistik mingguan BEI, investor asing pada pekan ini membukukan jual bersih (net sell) Rp13,92 triliun atau setara dengan US$830,86 juta. Nilai itu jauh lebih tinggi dibanding pekan sebelumnya dengan net sell Rp3,25 triliun (US$191,69 juta). 

Secara akumulasi, investor asing rungkad alias mencetak net sell sebesar Rp9,88 triliun sepanjang Januari 2026 atau sepanjang tahun berjalan 2026.

Baca Juga : IHSG Sepekan Ambles 6,94%, Kapitalisasi Pasar Menguap Rp1.198 Triliun

Hal itu terjadi di tengah gonjang-ganjing pasar saham RI akibat sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI). Setelah menyelesaikan konsultasi terkait penilaian free float saham Indonesia, MSCI memutuskan untuk menerapkan pembekuan rebalancing indeks MSCI untuk saham-saham Indonesia. 

Dalam pengumuman resminya, Selasa (27/1/2026), MSCI menyebut meski terdapat perbaikan minor pada data free float BEI, investor menilai masih ada masalah yang mendasar terkait keterbukaan kepemilikan saham.

MSCI menambahkan kebijakan interim itu bertujuan membatasi perputaran indeks dan risiko investabilitas, sembari memberi waktu bagi otoritas untuk meningkatkan transparansi struktur kepemilikan saham secara lebih granular.

Menjelang akhir pekan, pasar dikejutkan oleh keputusan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman yang menyampaikan pengunduran diri pada Jumat (30/1/2026) pagi.  

Bola salju polemik gonjang-ganjing IHSG dan MSCI berbuntut pada pengunduran diri pejabat OJK. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar bersama dengan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) Inarno Djajadi serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (DKTK) IB Aditya Jayaantara mengumumkan mundur pada Jumat sore. 

Pada malam harinya, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara juga menyampaikan pengunduran diri dari jabatannya.

Penyebab Aksi Jual Asing

Sebelumnya, Head of Research RHB Sekuritas Andrey Wijaya menilai sentimen MSCI umumnya lebih berpengaruh dalam jangka pendek, khususnya terhadap aliran dana pasif. 

Kondisi ini membuat investor asing cenderung lebih selektif atau bersikap wait and see. Namun demikian, investor aktif dinilai tetap berfokus pada faktor fundamental, likuiditas, dan valuasi, sehingga dampaknya tidak terjadi secara merata di seluruh saham.

Di tengah koreksi berbasis sentimen tersebut, peluang buy on weakness dinilai mulai terbuka, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chips. 

Emiten dengan fundamental solid, likuiditas tinggi, serta eksposur domestik yang kuat dipandang memiliki daya tarik tersendiri. Meski begitu, potensi overhang sentimen masih dapat bertahan hingga terdapat kejelasan lebih lanjut dari MSCI, sehingga strategi akumulasi bertahap dinilai lebih prudent bagi investor.

Sementara itu, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir menyoroti risiko capital outflow investor asing apabila saham Indonesia 'turun kasta' dari emerging market ke frontier market oleh MSCI. 

Dia pun menyampaikan jika status Indonesia turun menjadi frontier market, maka akan ada aliran dana keluar sekitar US$25 miliar hingga US$50 miliar.

Baca Juga : Harga Emas Galeri 24, dan UBS di Pegadaian Hari Ini Sabtu, 31 Januari 2026

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus menilai derasnya capital outflow terjadi di saham-saham perbankan yang masuk dalam indeks MSCI.

Menurut Nicodemus, risiko penurunan status pasar Indonesia menjadi frontier market menjadi faktor psikologis yang memperberat tekanan jual. Jika skenario tersebut terjadi, arus keluar modal dari saham-saham besar hampir tak terelakkan, terlepas dari kinerja emiten yang sebenarnya masih solid.

“Sudah pasti otomatis capital outflow dari masing-masing saham yang besar itu pasti akan keluar, dan dalam jumlah yang besar. Meskipun secara kinerja baik adanya, secara potensi valuasi juga masih cukup ciamik, namun tekanan jual akibat saham itu tidak bisa kita pungkiri yang mendorong akhirnya harga mengalami koreksi,” lanjutnya.

Terpisah, Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menyebut tekanan jual asing lebih mencerminkan proses foreign de-risking pascapengumuman MSCI.

“Tekanan pada saham perbankan saat ini lebih didorong faktor teknikal berupa foreign de-risking pasca pengumuman MSCI, bukan pelemahan fundamental, karena secara operasional bank masih mencatat profitabilitas solid dan earnings downside risk relatif terbatas,” ujarnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
PSI Tetapkan Jokowi sebagai Tokoh Utama Kampanye
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Kejar Target 372 Unit Layanan Gizi di Kaltim, BGN Bakal Serap 18.600 Tenaga Kerja Lokal
• 7 jam lalumatamata.com
thumb
Wamenkomdigi Tekankan Pentingnya Adopsi AI untuk Dongkrak Daya Saing Sektor Kunci
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kejagung: Rumah Mantan Menteri KLHK Siti Nurbaya Digeledah dalam Kapasitas Saksi
• 10 jam laluokezone.com
thumb
Berita Populer: Stellantis Bakal Debut di IIMS 2026; Polytron Raja Motor Listrik
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.