PSI Tetapkan Jokowi sebagai Tokoh Utama Kampanye

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

MAKASSAR, KOMPAS.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) resmi menetapkan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) sebagai tokoh utama dalam setiap kampanye PSI.

"Untuk kampanye, DPP telah menetapkan Pak Jokowi sebagai tokoh utama, Pak Jokowi sebagai figur utama kita, sebagai panutan partai ini," kata Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, membacakan kesimpulan hasil Rakernas PSI di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026).

Baca juga: Jokowi Pidato di Rakernas PSI Hari Ini, Sosok Mr J yang Jadi Ketua Dewan Pembina?

Ali menjelaskan, penetapan ini dilakukan bukan semata-mata karena Jokowi pernah menjadi Presiden.

Menurutnya, PSI memilih Jokowi karena ayah Kaesang Pangarep tersebut merupakan teladan sekaligus patron politik.

"Maka Rakernas memandang bahwa perlu dan wajib untuk menjadikan kita mengkapitalisasi figur seorang Jokowi untuk bisa membantu menaikkan elektoral partai ini. Dengan cara: Di setiap kantor Dewan Pimpinan Wilayah, Dewan Pimpinan Daerah, dan Dewan Pimpinan Cabang wajib memasang foto atau baliho dari Pak Jokowi Widodo," jelasnya.

"Dan ini juga sekaligus meletakkan tanggung jawab yang kuat kepada seluruh kader partai PSI. Kalau kita memanfaatkan berfoto beliau yang kita yakini bisa membantu perolehan atau menaikkan suara partai, maka di dalamnya berbanding lurus dengan tanggung jawab kader yaitu menjaga kehormatan daripada Bapak Joko Widodo," sambung Ali.

Baca juga: Mobil Mewah PSI Ramai-ramai Kawal Jokowi ke Arena Rakernas di Makassar

Jaga kehormatan Jokowi

Selanjutnya, Ali menyampaikan bahwa seluruh kader PSI diwajibkan menjaga kehormatan dan nama baik Jokowi.

Dia meminta mereka setidaknya menjaga Jokowi di media sosial.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Jadi setiap hari harus ada postingan yang positif tentang Bapak Joko Widodo. Setidak-tidaknya men-declare-kan kembali program-program kerakyatan yang pernah dirasakan, yang pernah dilakukan oleh Pak Joko Widodo ketika beliau masih menjabat Presiden," paparnya.

"Sehingga nanti biar masyarakat yang akan mengkomparasi nanti, enakkan zaman mana menjadi Presiden. Zaman yang SBY, Megawati, atau zaman Pak Joko Widodo. Biar masyarakat, kita tidak boleh mewakili masyarakat karena ini menyangkut rasa yang dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia," imbuh Ali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Inginnya Trump Serang Iran untuk Kompori Demonstran
• 9 jam laludetik.com
thumb
Wamenkop dorong koperasi pesantren jadi pusat distribusi produk lokal
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Bogor Perluas Ruang Hijau Melalui Hutan Kota di Tiap Kecamatan
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
117 Siswa di Kudus Diduga Keracunan MBG, Wagub Jateng: Nanti Kita Cek dan Evaluasi
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Persija Hantam Persita, Mauricio Souza Ungkap Perubahan Skema Permainan Jadi Penentu Kemenangan
• 5 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.