JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar tidak terlihat dalam perayaan 1 abad Nahdlatul Ulama untuk tahun masehi di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Pantauan Kompas.com di lokasi, Gus Ipul tidak disebutkan namanya sebagai pejabat pemerintah yang hadir dalam acara tersebut.
Baca juga: Harlah Ke-100 NU: Ketua MPR, Menko Pratikno, hingga Sinta Wahid Hadir
Ia juga tidak terlihat dalam peserta acara yang dimulai pukul 09.45 WIB tersebut.
Selain Gus Ipul, pantauan Kompas.com, Miftachul Akhyar juga tak ada di deretan petinggi NU di depan panggung.
Nama Kyai Miftach disebutkan oleh pembawa acara.
Namun demikian, wajah Kyai Miftach tidak ditampilkan di depan layar panggung.
Perlakuan ini berbeda ketika tokoh lain disebutkan, layar panggung akan menampilkan secara langsung visual dan posisi duduk tokoh yang disebutkan.
Baca juga: Prabowo akan Hadiri Peringatan 1 Abad NU Hari Ini
Foto yang dikirimkan tim PBNU juga tidak terlihat Rais Aam.
Hal ini juga dibenarkan oleh Pimpinan Redaksi NU Online, Ivan Aulia Ahsan.
Para pejabat dan politkus hadirAdapun beberapa menteri yang hadir di antaranya Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menko PMK Pratikno, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid.
Sejumlah tokoh turut menghadiri Harlah NU tahun ini di antaranya Presiden ke-4 RI Sinta Nuriyah Wahid dan anaknya, Yenny Wahid, Ketua DPD RI Sultan Najamuddin, Ketua KPU Mochammad Afifuddin, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja.
Di kalangan partai politik hadir pula sejumlah tokoh di antaranya Ketum PPP Mardiono, Presiden PKS Al Muzzamil Yusuf, Sekjen Partai Golkar Sarmuji.
Sebagai informasi, PBNU menggelar peringatan hari lahir ke-100 untuk kali kedua.
Peringatan pertama berdasarkan tahun masehi yang dilakukan pada 8 Februari 2023 dengan mengusung tema "Mendigdayakan Nahdlatul Ulama, Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru."
Perayaan HUT Ke-100 berdasarkan kalender hijriyah ini digelar di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur, dan dihadiri oleh Presiden dan Wakil Presiden saat itu, Joko Widodo dan Maruf Amin.
Sedangkan perayaan kedua berdasarkan tahun masehi yang digelar hari ini di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Gus Yahya mengatakan, tema yang dipilih kali ini "Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia." Dia bilang, tema tersebut merupakan kelanjutan dan menjadi visi besar yaitu Membangun Peradaban yang juga menjadi cita-cita berdirinya Jamiyyah NU.
Tema itu juga berkesinambungan dengan Harlah 1 Abad NU versi Hijriah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

