Jangan Anggap Sepele, Dokter Ingatkan Bahaya Komplikasi Campak

tvonenews.com
8 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Campak kerap dianggap sebagai penyakit anak-anak yang akan sembuh dengan sendirinya.

Padahal, menurut dokter, campak adalah penyakit infeksi virus yang sangat menular dan berpotensi menimbulkan komplikasi berbahaya jika tidak ditangani dengan baik.

Gejala Awal Campak
Ilustrasi Campak
Sumber :
  • Freepik

Gejala awal seseorang terkena campak biasanya ditandai dengan adanya demam tinggi sejak beberapa hari, disertai batuk, pilek, mata merah, nyeri seluruh badan, serta sakit kepala. Tak lama kemudian, muncul juga ruam kemerahan di kulit.

dr. Reinaldo Alexander, SpPD, melalui kanal YouTube miliknya, menjelaskan bahwa campak biasanya diawali fase prodromal, yakni demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah.

Setelah itu, muncul ruam kemerahan yang menjalar dari belakang telinga, ke wajah, lalu menyebar ke seluruh tubuh.

Pada pemeriksaan rongga mulut, sering ditemukan bercak putih menyerupai sariawan di bagian dalam pipi yang dikenal sebagai bercak Koplik, tanda khas penyakit campak.

Karena disebabkan oleh virus, pengobatan campak bersifat meredakan gejala. Pasien dianjurkan untuk banyak beristirahat, mencukupi asupan makan dan minum agar tidak mengalami dehidrasi, serta mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.

Jika tidak disertai komplikasi, campak umumnya akan sembuh dalam waktu sekitar dua minggu sejak gejala awal muncul.

Bahaya Komplikasi Campak

Ilustrasi Campak
Sumber :
  • Antara

Meski umumnya akan sembuh setelah 2 minggu, dr. Reinaldo mengingatkan bahwa campak tidak boleh dianggap sepele. Penyakit ini ternyata dapat menimbulkan berbagai komplikasi.

"Campak itu bisa menimbulkan komplikasi antara lain diare, radang paru-paru atau pneumonia, bisa juga muncul radang telinga tengah ya, sampai muncul kayak congean gitu. Terus pada beberapa kasus bisa menimbulkan komplikasi yang berat dan mematikan misalnya radang otak atau kita sebut ensekalitis," jelas dr. Reinaldo

Campak juga dikenal sebagai penyakit yang sangat menular, bahkan dapat menyebar melalui udara.

Oleh karena itu, pasien yang terinfeksi dianjurkan melakukan isolasi mandiri agar tidak menularkan virus ke orang di sekitarnya, terutama anak-anak yang belum mendapatkan vaksin.

dr. Reinaldo menegaskan bahwa vaksinasi merupakan langkah pencegahan paling efektif.

Vaksin campak juga telah masuk dalam program pemerintah dan diberikan pada anak usia 9 bulan, kemudian diulang pada usia 18 bulan.

Bagi anak atau orang dewasa yang belum jelas status vaksinasinya, vaksin MMR (yang melindungi dari campak, gondongan, dan rubella—dapat menjadi pilihan.

Dengan memahami bahaya komplikasi campak, masyarakat diimbau untuk lebih waspada, tidak menunda pengobatan, dan melengkapi vaksinasi demi melindungi diri sendiri serta orang-orang terdekat.

(nka)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dari Michael Essien hingga Layvin Kurzawa, Deretan Superstar yang Pernah Dimiliki Persib Bandung
• 2 jam lalubola.com
thumb
BMKG: Gelombang Tinggi hingga 4 Meter Berpotensi Terjadi pada 31 Januari-3 Februari 2026
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
7 Tips Memberikan Angpao saat Imlek 2026, Jangan Lewatkan Hal-hal Kecil Ini
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Amazon Gelontorkan Ratusan Triliun ke Perusahaan AI saat PHK 16.000 Karyawan, Mantap Gantikan Manusia dengan Robot?
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
BRI Super League: Dedi Kusnandar Kembali ke Persib, Ini Harapan Besar Umuh Muchtar
• 20 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.