Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mendorong Koperasi Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar, Medan, untuk berkembang menjadi pusat distribusi produk-produk lokal warga maupun pesantren di sekitar Kota Medan.
Dalam kunjungan kerjanya ke Koperasi Sekunder Bisnis Pesantren (KSBP) Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar, Jumat (30/1), Farida mengapresiasi peran pesantren yang mampu menyerap hasil bumi dan olahan warga maupun pesantren di sekitarnya.
Sejumlah produk unggulan yang dihasilkan antara lain beras, bawang merah, minyak goreng, hingga air minum dalam kemasan.
“Saya sangat senang karena produk yang dijual di sini merupakan hasil menanam sendiri dan bisa memberdayakan pesantren,” kata Farida dikutip dari siaran pers Kemenkop di Jakarta, Sabtu.
Ia pun menyarankan agar pengurus Koperasi Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar dapat belajar dari koperasi pondok pesantren yang telah memainkan peran sebagai pusat distributor.
Ia menyebutkan bahwa Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) Al-Kautsar Al-Akbar juga berkontribusi dalam mendukung program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koperasi ini menyuplai kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al-Kautsar Al-Akbar, yang melayani sebanyak 3.650 penerima manfaat.
Selain sebagai pusat distribusi, koperasi pesantren juga didorong agar turut menjual produk-produknya di Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di Sumatera Utara.
Menurutnya, produk-produk koperasi pesantren dapat disalurkan ke seluruh Kopdes Merah Putih, dimulai dari desa-desa di Sumatra Utara sebelum diperluas ke tingkat nasional.
Baca juga: Wamenkop: Kopdes Merah Putih jadi simpul ekonomi desa
Baca juga: Menkop nilai koperasi pesantren perlu bermitra dengan kopdes
Dalam kunjungan kerjanya ke Koperasi Sekunder Bisnis Pesantren (KSBP) Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar, Jumat (30/1), Farida mengapresiasi peran pesantren yang mampu menyerap hasil bumi dan olahan warga maupun pesantren di sekitarnya.
Sejumlah produk unggulan yang dihasilkan antara lain beras, bawang merah, minyak goreng, hingga air minum dalam kemasan.
“Saya sangat senang karena produk yang dijual di sini merupakan hasil menanam sendiri dan bisa memberdayakan pesantren,” kata Farida dikutip dari siaran pers Kemenkop di Jakarta, Sabtu.
Ia pun menyarankan agar pengurus Koperasi Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar dapat belajar dari koperasi pondok pesantren yang telah memainkan peran sebagai pusat distributor.
Ia menyebutkan bahwa Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) Al-Kautsar Al-Akbar juga berkontribusi dalam mendukung program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koperasi ini menyuplai kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al-Kautsar Al-Akbar, yang melayani sebanyak 3.650 penerima manfaat.
Selain sebagai pusat distribusi, koperasi pesantren juga didorong agar turut menjual produk-produknya di Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di Sumatera Utara.
Menurutnya, produk-produk koperasi pesantren dapat disalurkan ke seluruh Kopdes Merah Putih, dimulai dari desa-desa di Sumatra Utara sebelum diperluas ke tingkat nasional.
Baca juga: Wamenkop: Kopdes Merah Putih jadi simpul ekonomi desa
Baca juga: Menkop nilai koperasi pesantren perlu bermitra dengan kopdes



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489058/original/008642800_1769783806-83908264-94f7-4d05-a446-0a89923c07ff.jpeg)

