Ekonom Nilai Pasokan Pangan Lokal Kunci Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis

pantau.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pakar ekonomi Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai integrasi program makan bergizi gratis dengan potensi pangan lokal menjadi kunci penting untuk menjamin keberlanjutan program tersebut.

Wijayanto Samirin menyampaikan bahwa integrasi program makan bergizi gratis perlu disinergikan dengan inisiatif strategis pemerintah, salah satunya Program Peternakan Ayam Merah Putih dari Kementerian Pertanian.

Integrasi tersebut dinilai penting untuk menjamin keberlanjutan fiskal program makan bergizi gratis sekaligus menciptakan dampak ganda bagi perekonomian daerah.

Dampak ganda tersebut muncul karena program mengandalkan rantai pasok dari peternakan rakyat dan pemanfaatan komoditas pangan lokal sebagai sumber pasokan utama.

Pendekatan itu dinilai tidak hanya memastikan pemenuhan standar gizi nasional, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal secara inklusif dan bertahap melalui sinergi kebijakan yang efisien.

"Dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang lebih mudah diakses, segar, dan harganya relatif stabil akan menjamin keberlanjutan jalannya program ini," ungkap Wijayanto Samirin.

Dampak Ekonomi dan Tantangan Implementasi

Wijayanto Samirin menilai program makan bergizi gratis memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menekankan masih diperlukan kajian lanjutan untuk mengetahui potensi dampak maksimal dari program tersebut di masa mendatang.

"Menurut saya, MBG ini suatu ide yang revolusioner, meski dalam tataran implementasi masih perlu evaluasi," ujarnya.

Ia menjelaskan tingkat keberhasilan program akan meningkat jika implementasi dilakukan secara masif, terukur, dan tertarget di tingkat lokal.

Dengan pendekatan tersebut, peluang program untuk mencapai hasil yang diharapkan dinilai akan lebih terpenuhi.

Wijayanto Samirin menegaskan keberhasilan program sangat bergantung pada keberanian pemerintah dalam melakukan evaluasi tata kelola hingga tahap implementasi.

Ia berharap program makan bergizi gratis tidak hanya menjadi pemenuhan janji politik Presiden, tetapi benar-benar menjadi program unggulan yang berdampak nyata bagi terwujudnya generasi emas Indonesia 2045.

Peran Pangan Lokal dan Target Penerima Manfaat

Dari sisi pemenuhan nutrisi, Analis Kebijakan Ahli Muda Kementerian Kesehatan Agus Triwinarto menilai pangan lokal memiliki potensi besar untuk menjamin pasokan harian program makan bergizi gratis.

"Dengan peningkatan keragaman pangan lokal, dan penjaminan keamanan pangan dan makanan higienis, MBG yang diberikan memang akan sesuai dengan kecukupan gizi," kata Agus Triwinarto.

Ia menilai kombinasi pengawasan keamanan pangan, higienitas, dan keragaman pangan lokal bernutrisi menjadi faktor utama keberhasilan program.

Ketepatan sasaran program dinilai mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan.

Ketua Tim Kerja Gizi Kementerian Kesehatan Yuni Zahraini menyampaikan desain program makan bergizi gratis telah menyasar 55,1 juta penerima manfaat setiap hari.

Program tersebut merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia 2045.

Perluasan sasaran program juga ditujukan untuk menurunkan prevalensi stunting nasional.

Sasaran program yang awalnya hanya siswa sekolah kini diperluas mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi di bawah dua tahun.

"Harapannya melalui MBG ini, intervensi gizinya akan menggantikan satu kali porsi makan yang berkualitas," ungkap Yuni Zahraini.

Program tersebut didukung dengan penyediaan makanan bergizi gratis yang kaya protein hewani sebagai bagian dari intervensi gizi yang saling melengkapi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Trump Tunjuk Kevin Warsh Jadi Ketua The Fed, Gantikan Powell
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Sinergi Koperasi Merah Putih–MBG dorong ekonomi rakyat di Semarang
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Pemerintah Kawal Ketat Tata Kelola Sekolah Terintegrasi demi Pemerataan Akses Pendidikan Berkualitas
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Merawat Buku yang Basah Akibat Banjir
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Dua Bus Klinik Berjalan Disiapkan untuk Layani Korban Bencana Alam di Jawa Barat
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.