Bagi kita pecinta buku. Benda yang berbentuk persegi dan memiliki lembaran, dan halaman demi halaman ini, merupakan harta yang wajib dijaga. Tidak boleh terlipat, robek, atau pun basah. Menjaganya sama dengan menjaga barang kesayangan lainnya. Apalagi buku, karena buku bisa juga menjadi tabungan buat dibaca anak-cucu kita di masa depan.
Tapi yang namanya bencana, dan hari apes itu tidak ada kalender. Buku bisa saja rusak di luar penjagaan kita. Misalnya, seperti yang penulis alami, ia basah dan rusak, akibat air hujan, ataupun karena banjir.
Kalau hal itu sudah terjadi, mau tidak mau kita wajib, merawat buku yang basah akibat banjir tersebut, agar dapat dibaca kembali, dan kondisinya bisa dikembalikan ke bentuk semula. Sehingga ia dapat berjejer lagi dengan koleksi buku kita yang lain. Sayang kan, buku yang menjadi koleksi kita rusak dan dibuang begitu saja.
Berikut ini penulis sampaikan cara merawat buku yang basah akibat banjir:
Sisihkan buku yang basah dengan tingkat keparahannya.
Menyisihkan buku-buku yang benar-benar basah kuyup keseluruhan, dengan buku-buku lain, yang hanya sebagian saja yang basah. Hal ini berguna, untuk mencegah agar buku lain, tidak basah lebih parah. Sehingga buku yang sebagian terkena air dapat mengering dengan cepat.
Jangan dijemur pada terik matahari.
Setelah hujan reda dan air banjir menyusut, biasanya matahari bersinar dengan cerah. Nah, pada saat ini sebaiknya buku tidak dijemur di bawah terik matahari. Karena buku yang dijemur di bawah sinar matahari langsung akan menyebabkan buku kaku, lembaran buku juga susah untuk dibolak-balikkan. Ujung-ujungnya, buku jadi rusak juga.
Lap buku dengan kain yang lembut
Buku yang basah sebaiknya dilap dengan kain yang lembut. Melapnya cukup dengan menepuk-nepuk badan buku, karena kalau diusah akan menyebabkan bagian buku akan terkelupas. Dengan menepuk, bagian permukaan buku, dapat menyerap air dalam buku.
Angin-anginkan buku di tempat yang teduh
Sebaiknya angin-anginkan buku pada tempat yang teduh, tidak terkena matahari langsung. Ini berguna untuk menjaga lembaran buku, dan, dan bentuk buku tetap utuh, jadi buku tidak rusak.
Taruh buku di ruangan pada suhu kamar yang hangat
Simpan buku pada suhu kamar, dengan posisi terbuka. Biasanya dalam beberapa hari buku yang terbuka akan mengering, dengan baik, kemudian membolak-balikkan lembaran buku, yang belum kering menghadap ke atas.
Menggunakan kipas angin pada buku yang tersimpan pada suhu kamar, akan lebih membantu.
Buku yang diletakkan di dalam kamar, akan lebih cepat kering, jika dibantu dengan kipas angin dihidupkan, dalam beberapa jam.
Lakukan pengecekan secara berkala.
Buku yang akan dikeringkan, sebaiknya dilakukan pengecekan secara berkala, dan halaman buku, harus dibolak-balik, agar buku kering merata.
Himpit buku yang basah dengan buku lain dalam beberapa tumpukan.
Ini adalah penanganan yang terakhir, dalam merawat buku akibat yang basah banjir. Selanjutnya, setelah buku tadi kering, karena dianginkan dalam suhu kamar, ia tidak sepenuhnya kembali ke bentuk buku kita yang semula. Berdasarkan pengalaman penulis, buku tersebut sedikit mengembang, dan lembaran buku menjadi keriting. Oleh sebab itu, kita harus menumpuknya dengan buku kita yang lain. Tujuannya, agar buku yang dihimpit dengan buku yang lain itu akan dipress secara sendirinya, Sehingga kondisi buku bisa kembali kebentuk semula.
Demikianlah tips, merawat buku yang basah akibat banjir,berdasarkan pengalaman penulis, yang pernah penulis alami, ketika terjadi banjir, dan membasahi buku-buku kesayangan, yang menghuni lemari koleksi buku yang penulis punya.




