Merawat Buku yang Basah Akibat Banjir

kumparan.com
18 jam lalu
Cover Berita

Bagi kita pecinta buku. Benda yang berbentuk persegi dan memiliki lembaran, dan halaman demi halaman ini, merupakan harta yang wajib dijaga. Tidak boleh terlipat, robek, atau pun basah. Menjaganya sama dengan menjaga barang kesayangan lainnya. Apalagi buku, karena buku bisa juga menjadi tabungan buat dibaca anak-cucu kita di masa depan.

Tapi yang namanya bencana, dan hari apes itu tidak ada kalender. Buku bisa saja rusak di luar penjagaan kita. Misalnya, seperti yang penulis alami, ia basah dan rusak, akibat air hujan, ataupun karena banjir.

Kalau hal itu sudah terjadi, mau tidak mau kita wajib, merawat buku yang basah akibat banjir tersebut, agar dapat dibaca kembali, dan kondisinya bisa dikembalikan ke bentuk semula. Sehingga ia dapat berjejer lagi dengan koleksi buku kita yang lain. Sayang kan, buku yang menjadi koleksi kita rusak dan dibuang begitu saja.

Berikut ini penulis sampaikan cara merawat buku yang basah akibat banjir:

Menyisihkan buku-buku yang benar-benar basah kuyup keseluruhan, dengan buku-buku lain, yang hanya sebagian saja yang basah. Hal ini berguna, untuk mencegah agar buku lain, tidak basah lebih parah. Sehingga buku yang sebagian terkena air dapat mengering dengan cepat.

Setelah hujan reda dan air banjir menyusut, biasanya matahari bersinar dengan cerah. Nah, pada saat ini sebaiknya buku tidak dijemur di bawah terik matahari. Karena buku yang dijemur di bawah sinar matahari langsung akan menyebabkan buku kaku, lembaran buku juga susah untuk dibolak-balikkan. Ujung-ujungnya, buku jadi rusak juga.

Buku yang basah sebaiknya dilap dengan kain yang lembut. Melapnya cukup dengan menepuk-nepuk badan buku, karena kalau diusah akan menyebabkan bagian buku akan terkelupas. Dengan menepuk, bagian permukaan buku, dapat menyerap air dalam buku.

Sebaiknya angin-anginkan buku pada tempat yang teduh, tidak terkena matahari langsung. Ini berguna untuk menjaga lembaran buku, dan, dan bentuk buku tetap utuh, jadi buku tidak rusak.

Simpan buku pada suhu kamar, dengan posisi terbuka. Biasanya dalam beberapa hari buku yang terbuka akan mengering, dengan baik, kemudian membolak-balikkan lembaran buku, yang belum kering menghadap ke atas.

Buku yang diletakkan di dalam kamar, akan lebih cepat kering, jika dibantu dengan kipas angin dihidupkan, dalam beberapa jam.

Buku yang akan dikeringkan, sebaiknya dilakukan pengecekan secara berkala, dan halaman buku, harus dibolak-balik, agar buku kering merata.

Ini adalah penanganan yang terakhir, dalam merawat buku akibat yang basah banjir. Selanjutnya, setelah buku tadi kering, karena dianginkan dalam suhu kamar, ia tidak sepenuhnya kembali ke bentuk buku kita yang semula. Berdasarkan pengalaman penulis, buku tersebut sedikit mengembang, dan lembaran buku menjadi keriting. Oleh sebab itu, kita harus menumpuknya dengan buku kita yang lain. Tujuannya, agar buku yang dihimpit dengan buku yang lain itu akan dipress secara sendirinya, Sehingga kondisi buku bisa kembali kebentuk semula.

Demikianlah tips, merawat buku yang basah akibat banjir,berdasarkan pengalaman penulis, yang pernah penulis alami, ketika terjadi banjir, dan membasahi buku-buku kesayangan, yang menghuni lemari koleksi buku yang penulis punya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mesin Cuaca Bumi: Bagaimana Matahari Menggerakkan Angin dan Hujan
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Anggaran Kesejahteraan Guru Terdampak MBG?
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kepala SMP–SMKS Surya Pematangsiantar Apresiasi Kunjungan Wamendikdasmen
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Papa Roach Gelar Konser Perdana di Malaysia dan Singapura, Ini Daftar Harga Tiketnya
• 22 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Hasil Survei PMN, Mayoritas Mahasiswa Setuju Polri Tetap di Bawah Presiden
• 23 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.