Mundurnya Bos BEI hingga OJK Jadi Bagian dari Dinamika Pasar, Tapi Harus Cepat Cari Pengganti!

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta menilai pengunduran diri sejumlah aktor penting pasar modal Indonesia merupakan dinamika pasar (market) yang wajar guna menjaga integritas, kompetensi, dan kredibilitas kepemimpinan.

"Yang terpenting harus cepat mencari pengganti," kata Nafan saat dihubungi di Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu, 31 Januari 2026.

Ia menekankan figur pengganti diharapkan memiliki integritas, kompetensi, serta kredibilitas yang kuat di kalangan pelaku pasar. Kombinasi latar belakang global dan domestik dinilai dapat diapresiasi oleh pasar.

Selain itu, pelaku pasar juga menantikan langkah-langkah yang akan ditempuh oleh pimpinan baru, baik di Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), khususnya terkait penerapan kebijakan yang pro-market.

Mengenai peran OJK, Nafan mengingatkan otoritas tetap harus menjalankan fungsi pengawasan terhadap self regulatory organization (SRO) secara optimal, terutama di sektor pasar keuangan dan pasar modal.
  Baca juga: Mahendra Siregar Mundur sebagai Bentuk Tanggung Jawab Moral   Pentingnya kejelasan kepemimpinan
Terkait rencana pertemuan otoritas pasar modal Indonesia dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin (1/2), ia menekankan pentingnya kejelasan kepemimpinan. Menurut dia, apabila belum ada penunjukan definitif, dapat dipertimbangkan penunjukan pimpinan sementara atau ad interim.

Nafan berharap pimpinan baru di BEI maupun jajaran OJK dapat merealisasikan kebijakan yang pro-market, termasuk komitmen untuk menaikkan batas minimal saham publik atau free float menjadi 15 persen.

Selain itu, agenda demutualisasi bursa juga diharapkan dapat dipercepat dan ditargetkan pada kuartal I 2026. Ia menilai langkah tersebut berpotensi meningkatkan akuntabilitas bursa.

Nafan pun berharap kebijakan-kebijakan tersebut dapat mencegah penerapan interim freeze oleh MSCI terhadap indeks saham Indonesia serta menjaga posisi pasar modal Indonesia tetap berada dalam kategori MSCI Emerging Market, sesuai dengan harapan investor.


(Ilustrasi logo OJK. Foto: dok MI)
  Bos BEI hingga OJK tanggalkan jabatan
Sebelumnya, pada Jumat pagi (30/1), Direktur Utama BEI Iman Rachman mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya. Iman mengatakan pengunduran diri yang dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kondisi pasar modal Indonesia dalam beberapa waktu terakhir ini.

Selanjutnya pada Jumat malam, Ketua DK OJK Mahendra Siregar bersama dua petinggi bidang pasar modal mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya.

Mereka antara lain Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK) Inarno Djajadi; serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK) I.B. Aditya Jayaantara.

Namun, usai pengumuman pengunduran ketiga pejabat OJK, pengunduran diri dari jabatan juga diikuti oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tanggul Jebol Diterjang Banjir Lahar Hujan Semeru, Jalur Antar Dusun di Lumajang Terputus
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Duduki Kursi Ketum PBNU Lagi, Gus Yahya: Semua Kembali Guyub
• 17 jam lalusuara.com
thumb
Saat ”Korban” Konten Tiktok Puas dengan Durian Desa Duyung
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Penyalahgunaan Gas N2O Bisa Sebabkan Kematian, ini Kata Kemenkes
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Wali Kota Makassar dan Wamendukbangga Tinjau Langsung Pelaksanaan MBG bagi Ibu Hamil dan Menyusui
• 21 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.