CORE Sarankan Ketua OJK Baru Harus Sosok yang Berani

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economics (CORE) Etika Karyani menyarankan pengganti Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) haruslah sosok yang berani dan bersih.

Menurut dia, saat dihubungi Sabtu (31/1/2026), hal itu menjadi kunci utama dalam memperbaiki arsitektur pengawasan yang terlalu reaktif, minim transparansi, dan rentan kompromi, serta tata kelola internal juga harus diperkuat dalam rangka memulihkan kepercayaan pasar.

Baca Juga
  • Pengamat: Pasar Butuh Kejelasan Arah Usai Mundurnya Petinggi OJK-BEI
  • Emas Antam Tiba-Tiba Anjlok Rp260 Ribu, Buyback Jatuh Rp285 Ribu
  • Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Kompak Merosot Hampir Rp100 Ribu Sabtu Ini

Dengan demikian, sosok Ketua Dewan Komisioner OJK harus tegas dan tanpa kompromi dalam rangka menjaga kepercayaan pasar serta investor baik domestik maupun global.

"Saat ini, krusial dengan tindakan nyata, seperti menindak tegas emiten bermasalah, membuka data kepemilikan secara penuh, mengaudit ulang struktur pasar. Jangan lupa regulator harus berintegritas dengan tidak melindungi elite pasar," katanya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK) Inarno Djajadi menyampaikan pengunduran diri dari jabatannya.

Disusul Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara menyatakan pengunduran diri.

Selain itu, Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK) IB Aditya Jayaantara juga telah menyampaikan pengunduran diri dari jabatannya.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman juga telah mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya pada Jumat (30/01) pagi.

Iman mengatakan pengunduran diri yang dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kondisi pasar modal Indonesia dalam beberapa waktu terakhir ini.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Trump Klaim Iran Ingin Buat Kesepakatan: Jika Tidak, Lihat Apa yang Terjadi
• 15 jam laludetik.com
thumb
Kemlu Pantau WNI Ditahan di Norwegia Buntut Kecelakaan Tewaskan 2 Lansia
• 2 jam laludetik.com
thumb
Kelas Finansial Inklusif Dorong Literasi Keuangan bagi Komunitas Difabel
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Sinopsis BERI CINTA WAKTU SCTV Episode 138, Hari Ini Jumat 30 Januari 2025: Malam Mencekam Trian dan Adila
• 22 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Friderica Widyasari dan Hasan Fawzi Jadi Pengganti Petinggi OJK yang Mundur
• 18 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.