Menag: NU Seperti Keluarga Besar, Penuh Dinamika tapi Tetap Sakinah

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, hadir dan memberikan sambutan dalam puncak perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-100 tahun masehi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dalam sambutannya, Menag mengatakan NU sebagai sebuah organisasi memiliki keunikan.

Awalnya, Nasaruddin mengatakan usia 100 tahun bukanlah waktu yang pendek bagi PBNU. Dia menilai, PBNU pun saat ini telah menunjukkan diri sebagai organisasi yang matang.

Menag kemudian menyebut, menilai NU bak pesantren yang besar. Menag mengatakan, dalam sebuah pesantren tentu mempunyai dinamika yang beragam.

Baca juga: Menag hingga Pratikno Hadiri Harlah ke-100 NU di Istora Senayan

"Kadang-kadang sangat panas diskusinya, dan ini satu bukti bahwa dinamika akademik dan keilmuan di lingkungan pondok pesantren yang saya tadi katakan bahwa NU ini adalah pesantren besar, itu sangat kuat," kata Nasaruddin di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (31/1/2026).

Dia menjelaskan, dalam tradisi pesantren, rasa saling hormat menghormati begitu dijunjung tinggi. Dia menyebut, meski kerap terjadi selisih pendapat, rasa hormat itu yang tetap menjadi fondasi harmonisasi dalam sebuah pesantren.

"Bagaimana kita lihat tradisi pondok, santri begitu respek dan begitu hormatnya terhadap kiai-nya. Seorang junior, begitu respek dan begitu hormatnya kepada kiai-nya. Sungguh pun, antara, mungkin santri dengan kiai berbeda pendapat, tetapi akhlakul karimah seorang santri sangat menjunjung tinggi keberadaan kiai," tutur Menag.

Baca juga: Gus Yahya Akui Konsesi Tambang Jadi Salah Satu Faktor Konflik di PBNU

Dia pun menyampaikan bahwa NU sebagai keluarga besar layaknya sebuah pesantren selalu dihiasi dengan berbagai dinamika. Namun menurutnya, meski kerap berdinamika, NU tetap sakinah sehingga hal ini yang dinilainya menjadi sebuah keunikan.

"NU itu seperti keluarga besar. Di dalamnya penuh dengan dinamika, tetapi tetap menjadi keluarga sakinah. Di dalam NU tidak ada orang lain, bahkan orang lain pun menjadi orang dalam dalam lingkungan Nahdlatul Ulama," ujar Nasaruddin.

"Karena itu, insyaallah NU ke depan tetap akan kita jadikan sebagai wadah kekuatan besar bangsa Indonesia ini," imbuhnya.




(kuf/jbr)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Aktivis PMKRI Ferdinandus Wali Ate Soroti Isu Perdamaian dan Harmoni Antariman pada Forum Indonesia YEPC 2026
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Zodiak yang Terlahir dengan Sifat Pemaaf dan Berhati Lembut
• 42 menit lalubeautynesia.id
thumb
AS peringatkan Garda Revolusi Iran soal latihan laut di Hormuz
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Kasus Korupsi Iklan Bank BJB, KPK Telusuri Komunikasi Ridwan Kamil dan Aliran Dana Miliaran
• 20 jam lalusuara.com
thumb
Brian May Tolak Konser Queen di Amerika: Ini Adalah Tempat yang Berbahaya
• 7 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.