Liputan6.com, Jakarta - Jokowi, Presiden ke-7 Republik Indonesia ini mengaku akan membantu membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Hal ini disampaikannya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026).
Advertisement
“Saudara-saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI. Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja habis-habisan untuk PSI," ucap Jokowi.
Dia pun menerangkan, saat ini PSI i telah bertransformasi menjadi “partai super Tbk” yang terbuka dan inklusif bagi siapa pun yang ingin bergabung.
“Banyak yang bergabung dan akan lebih banyak lagi yang akan bergabung," ujar Jokowi.
Menurut dia, keterbukaan tersebut akan menarik lebih banyak tokoh, baik dari tingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten dan kota.
"Semakin banyak yang bergabung artinya kita akan semakin beragam. Akan semakin banyak perbedaan—perbedaan selera, perbedaan keinginan, perbedaan kepentingan, dan perbedaan lainnya," kata Jokowi.
Karena itu, ia menekankan pentingnya toleransi, kesatuan visi, serta menjaga kerukunan, kesolidan, dan persatuan agar perbedaan tidak berkembang menjadi konflik internal.
Selain soal inklusivitas, Jokowi menyoroti pentingnya penguatan jaringan partai, baik secara daring maupun luring. Ia meminta PSI memperkuat jaringan media sosial dan hubungan dengan warganet, sekaligus membangun jaringan organisasi secara langsung hingga ke akar rumput.
"Ada dua tempat yang perlu kita perkuat. Pertama jaringan media sosial, jaringan online. Yang kedua jaringan luring, jaringan offline dari kota sampai ke desa, semuanya harus kita perkuat," ujarnya.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487881/original/098610500_1769682055-4.jpg)


