Waduk Aseni Jakbar Rampung Maret 2026, Bakal Ada Mini Soccer dan Boardwalk

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Jakarta Barat, khususnya di kawasan Kalideres dan Semanan, segera memiliki ruang publik baru.

Pembangunan Waduk Aseni yang berlokasi di Jalan H Aseni Raya ditargetkan rampung pada Maret 2026 dan siap difungsikan sebagai pengendali banjir sekaligus sarana olahraga.

Bukan sekadar penampung air hujan, waduk seluas 4,47 hektar ini dirancang dengan konsep modern.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan bahwa area waduk akan dilengkapi berbagai fasilitas sosial dan olahraga premium.

Masyarakat nantinya bisa menikmati lapangan mini soccer, area bermain anak (playground), hingga boardwalk (jembatan kayu) di atas air yang estetik.

Baca juga: Embung Kebagusan Rp 62 M Mulai Dibangun, Ada Jogging Track dan Mini Soccer

Tak hanya itu, tersedia juga taman lansia dan balai warga sebagai ruang interaksi sosial.

Secara teknis, Waduk Aseni memiliki spesifikasi yang cukup masif untuk mereduksi ancaman banjir di Jakarta Barat:

  • Kapasitas Tampung: Mampu menampung hingga 69.600 meter kubik air.
  • Kedalaman: Mencapai 4 meter pada zona badan air.
  • Efektivitas: Dengan catchment area seluas 11,25 kilometer, waduk ini diklaim mampu mereduksi banjir hingga 13 persen di kawasan sekitarnya.

Satu hal yang membedakan Waduk Aseni dengan waduk konvensional adalah adanya fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Baca juga: Dinas SDA Jakarta Petakan 93 Titik Potensial untuk Waduk dan Embung Baru

Fasilitas ini mampu mengolah air limbah dari sekitar 2.260 jiwa warga sekitar dengan kapasitas mencapai 470 meter kubik, sehingga air yang masuk ke badan waduk lebih terjaga kualitasnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Meski akan terbuka untuk umum setelah diresmikan, pengelola akan melakukan kurasi dan pengawasan ketat terhadap penggunaan fasilitas.

Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan pengunjung serta memastikan fungsi utama waduk sebagai pengendali air tidak terganggu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rupiah Melemah terhadap Dollar AS, PDI-P Harap Pemerintah Solid
• 39 menit lalukompas.com
thumb
Papa Roach Siap Guncang Asia Tenggara: Konser Perdana di Malaysia dan Singapura Maret 2026
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kasus Korupsi Iklan Bank BJB, KPK Telusuri Komunikasi Ridwan Kamil dan Aliran Dana Miliaran
• 20 jam lalusuara.com
thumb
Gus Yahya Syukuri Peringatan Harlah ke-100 PBNU: Usai Dinamika Hebat
• 5 jam laludetik.com
thumb
Gempa M 3,4 Terjadi di Lumajang
• 15 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.