Rusia dan Ukraina pada Kamis (29 Januari) melakukan pertukaran tawanan perang dan pemulangan jenazah prajurit yang gugur. Otoritas Kyiv menyatakan bahwa Ukraina telah menerima 1.000 jenazah dari Rusia, sementara Moskow mengatakan jenazah-jenazah tersebut adalah tentara Ukraina yang tewas dalam pertempuran melawan pasukan Rusia. Di sisi lain, Rusia menerima kembali 38 jenazah prajuritnya dari pihak Ukraina.
EtIndonesia. Menurut laporan Agence France-Presse (AFP), sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022, pertukaran tawanan perang dan jenazah prajurit yang gugur menjadi salah satu dari sedikit bentuk kerja sama yang masih bertahan antara Kyiv dan Moskow.
Lembaga Ukraina bernama “Markas Koordinasi Penanganan Tawanan Perang” (Coordination Headquarters for the Treatment of Prisoners of War) menyatakan melalui media sosial:
“Hari ini (29 Januari) telah dilakukan operasi pemulangan jenazah. Seribu jenazah yang diklaim pihak Rusia sebagai milik Pasukan Pertahanan Ukraina telah dikirim kembali ke Ukraina.”
Penasihat Kremlin Vladimir Medinsky mengonfirmasi pertukaran tersebut dan menyatakan bahwa Rusia juga telah menerima 38 jenazah prajurit Rusia yang gugur. Ia mengatakan bahwa pertukaran ini dapat terlaksana berkat kesepakatan yang dicapai oleh delegasi Ukraina dan Rusia di Istanbul pada tahun lalu.
Perang akibat invasi penuh Rusia ke Ukraina akan segera memasuki tahun keempat. Berdasarkan laporan penelitian terbaru dari lembaga pemikir Amerika Serikat, jumlah korban militer Rusia diperkirakan mencapai hingga 1,2 juta orang, sementara pihak Ukraina diperkirakan sekitar 500.000 hingga 600.000 orang. Angka-angka tersebut mencakup prajurit yang tewas, terluka, maupun hilang.
Sumber : NTDTV.com




