Wamensos Agus Jabo Ajak PWI Gaungkan Program Sekolah Rakyat

detik.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengajak insan pers yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menyukseskan sekolah rakyat, dengan menyebarluaskan informasi tentang program prioritas Presiden tersebut ke publik.

Saat ini 166 Sekolah Rakyat rintisan telah menampung 15.594 siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Secara pararel, sebanyak 104 sekolah rakyat permanen juga mulai dibangun tahun ini. Tak hanya akses pendidikan gratis, keluarga siswa juga diberdayakan untuk memutus mata rantai kemiskinan.

"Ini yang perlu dikabarkan oleh PWI ke seluruh rakyat Indonesia, bahwa Presiden untuk memutuskan kemiskinan sedang membangun Sekolah Rakyat permanen," ujar Agus, dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/1/2026).

Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Retreat PWI Tahun 2026, di Pusdiklat Bela Negara Kemhan, Bogor, Jawa Barat (Jabar), Jumat (30/1).

Agus menambahkan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari ikhtiar mewujudkan Indonesia Emas 2045. Untuk itu ke depan ditargetkan akan dibangun 500 sekolah rakyat permanen di seluruh Indonesia dengan daya tampung masing-masing 1.000 siswa.

Baca juga: Kemensos Kirim Ribuan Paket Bantuan buat Korban Bencana Banjir di Subang

Sebagai awalan setelah diresmikan langsung oleh Prabowo, dari target awal pembangunan 104 titik Sekolah Rakyat permanen pada tahun ini jumlahnya terus ditambah.

"Sekarang ini sedang proses pembangunan Sekolah Rakyat permanen di 104 titik, tapi Pak Presiden mengatakan tahun ini harus 200 titik," kata Agus.

Sekolah Rakyat permanen dibangun di atas lahan yang disediakan oleh pemerintah daerah, dengan luas mimimal 6,8 hektare.

"Ada yang kemudian 10 hektare, 9 hektare, tapi minimal supaya kemudian Sekolah Rakyat itu bisa, ada kelas, ada asrama, ada dapur, ada tempat makan, ada tempat ibadah, dan lain-lain, minimal 6,8 hektare," tutur Agus.

Lebih lanjut, Agus mengatakan ada tiga target yang akan dicapai oleh Sekolah Rakyat dalam mendidik anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Pertama, siswa Sekolah Rakyat dipersiapkan menjadi anak yang cerdas.

"Walaupun berasal dari keluarga miskin, Pak Presiden ingin mereka menjadi anak-anak yang pintar," kata Agus.

Baca juga: Wamensos Salurkan Bantuan Logistik-Santunan untuk Korban Banjir Pemalang

Selanjutnya, melalui konsep sekolah asrama, siswa Sekolah Rakyat dipersiapkan menjadi anak yang berkarakter, memiliki kemandirian, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kebangsaan.

Sekolah Rakyat menekankan pendidikan karakter sebagai fondasi utama, tidak hanya akademik, untuk menghasilkan generasi yang berdaya saing dan berbudi pekerti luhur.

Terakhir, siswa Sekolah Rakyat dipersiapkan untuk memiliki keterampilan, sebagai bekal ketika mereka sudah lulus nanti.

"Yang ketiga apa? Selain cerdas dan berkarakter, punya sains, punya rasa nasional semua yang kuat, mereka juga harus terampil," kata Agus.

Menutup arahannya, Agus kembali mengajak PWI untuk ikut mengamplifikasi program-program prioritas Prabowo, salah satunya Sekolah Rakyat.

"Karena Pak Presiden ingin program-program prioritas itu secepat-cepatnya bisa dinikmati oleh rakyat, Presiden selalu perintahkan itu," pungkasnya.




(akd/akd)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Raffi Ahmad Kunjungi Korban Longsor di Bandung Barat, Sampaikan Pesan Khusus dari Presiden Prabowo
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Petugas Haji Fungsinya Melayani, Bukan Nebeng Berhaji
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Luapan Ciliwung Paksa Warga Bidara Cina Mengungsi ke GOR Otista
• 19 jam laludetik.com
thumb
Jepang Jajaki Investasi Berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara, 34 Perusahaan Kunjungi IKN
• 3 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.