Gaza: Sedikitnya 12 warga Palestina tewas dalam serangkaian serangan udara Israel yang menghantam berbagai wilayah di Jalur Gaza pada Sabtu dini hari, 31 Januari 2026.
Lima orang, terdiri dari tiga anak-anak dan dua perempuan, dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel yang menghantam sebuah apartemen di kawasan Rimal, Kota Gaza bagian barat. Sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka.
Dikutip dari Anadolu Agency, serangan terpisah menewaskan tujuh warga Palestina lainnya, yakni seorang pria, tiga anak laki-lakinya, serta tiga cucunya yang masih kecil. Serangan tersebut menghantam sebuah tenda yang menampung warga pengungsi di wilayah Asdaa, barat laut Khan Younis, Gaza selatan.
Selain itu, beberapa warga Palestina dilaporkan terluka dalam serangan udara yang menargetkan apartemen hunian di kawasan al-Tuffah, Kota Gaza bagian timur.
Serangan udara juga dilaporkan terjadi di Jalan al-Jalaa, barat laut Kota Gaza, serta dua lokasi di sebelah timur Kamp Pengungsi Bureij di Gaza tengah. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam serangan terakhir tersebut.
Sejak gencatan senjata diberlakukan pada awal Oktober, tindakan militer Israel dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 524 warga Palestina dan melukai 1.360 lainnya. Dalam periode tersebut, tercatat sekitar 1.450 pelanggaran gencatan senjata.
Dalam perkembangan terkait, otoritas setempat menyebut sedikitnya 50 warga Palestina telah ditangkap sejak perjanjian gencatan senjata berlaku. Penangkapan dilakukan di wilayah yang berada jauh dari garis pembatas, termasuk dari dalam kawasan permukiman.
Terkait pelaksanaan protokol kemanusiaan, Israel dilaporkan baru mengizinkan masuknya sekitar 28.927 truk bantuan, komersial, dan bahan bakar dari total 66.600 truk yang disepakati dalam perjanjian, atau sekitar 43 persen dari jumlah yang ditetapkan.
Perjanjian gencatan senjata tersebut mengakhiri perang selama dua tahun di Gaza yang menewaskan lebih dari 71.600 warga Palestina dan melukai sekitar 171.300 lainnya. Serangan tersebut juga menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza, dengan estimasi biaya rekonstruksi mencapai sekitar USD70 miliar.
Baca juga: Militer Israel Akui Korban Tewas di Gaza Capai 70 Ribu Jiwa


