Festival kuliner bertajuk Festival Rasa Amerika digelar di Sarinah, Jakarta. Acara ini menjadi ajang promosi produk agrikultur Amerika Serikat sekaligus pintu masuk memperluas pasar pangan Negeri Paman Sam di Indonesia, dengan kedelai sebagai komoditas utama yang selama ini sudah akrab di dapur masyarakat.
Kuasa Usaha Kedutaan Besar AS Peter Haymond menyebut festival ini membawa bukan hanya produk, tetapi juga budaya kuliner Amerika yang dipadukan dengan cita rasa Indonesia.
“Yang terbaik dari AS, yang ini agrikultur, yang merupakan kultur atau budaya AS juga, dan memperkenalkannya ke konsumen Indonesia. Kita menawarkan juga banyak sekali hidangan-hidangan,” kata Hamond di Sarinah, Sabtu (31/1).
Sejumlah menu fusi disajikan dalam festival, mulai dari rendang daging dengan keju hingga lasagna beef rendang. Produk-produk tersebut juga dipasarkan melalui kerja sama dengan Food Hall agar pengunjung bisa langsung membeli bahan bakunya.
Menurut Haymond, kualitas menjadi aspek utama. Seluruh produk yang dibawa diklaim memenuhi standar keamanan pangan Amerika Serikat sekaligus regulasi Indonesia. Pengalaman mencicipi langsung buah segar, makanan laut, hingga daging olahan resep lokal pun disiapkan untuk menarik minat konsumen.
Pendekatan yang dibangun, kata dia, bukan sekadar mengejar transaksi jangka pendek. AS ingin memperluas pengenalan produk terlebih dahulu, baru kemudian mengukur dampak kerja samanya dalam beberapa tahun ke depan.
“Jadi kita mengukur Rasa Amerika tidak dari angka. Kita di sini tujuannya adalah memperkenalkan. Memperkenalkan ke sahabat-sahabat Indonesia agar mereka bisa mencicipi semua cita rasa yang ada di sini,” ungkapnya.
Ia berharap restoran dan vendor tertarik mencoba bahan-bahan baru sehingga interaksi dagang agrikultur kedua negara semakin meningkat dalam satu hingga dua tahun mendatang.
Haymond menyoroti kedelai sebagai contoh nyata hubungan dagang yang sudah kuat. Komoditas ini menjadi bahan dasar tahu dan tempe yang dikonsumsi luas di Indonesia.
“Anda tahu betapa pentingnya tentu saja tahu dan tempe bagi makanan Indonesia? Indonesia adalah salah satu pasar terbesar untuk kedelai AS, kedelai yang sangat baik. Menyediakan rangkaian pangan yang mendasar bagi Indonesia,” kata dia.
Dari keberhasilan kedelai itu, AS ingin memperluas ekspor komoditas lain. Mulai dari gandum, beras jenis japonica, aneka buah, hingga daging premium untuk berbagai hidangan lokal.
"Jadi saat ini mungkin kedelai. Tetapi kami berharap dapat meningkatkan berbagai impor, konsumsi, dan kenikmatan dari banyak produk pertanian AS yang berbeda,” jelasnya.
Delegasi AS juga melakukan pertemuan dengan produsen, konsumen, kelompok restoran, dan importir selama festival berlangsung. Langkah ini diharapkan memperkuat hubungan ekonomi sektor pertanian antara kedua negara.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469075/original/063243100_1768052175-Aksi_Laskar_Mataram_saat_paruh_pertama._PSIMJogja_StrongerThanEver_MataramDay.jpg)


