Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut proses izin impor BBM untuk SPBU swasta telah berjalan. Hal ini menanggapi isu kelangkaan stok BBM di SPBU Shell pada awal tahun ini.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan, pemerintah telah mulai memberikan izin impor secara bertahap. Dia menilai mestinya SPBU swasta sudah dapat melakukan proses pengadaan stok BBM sendiri atau bekerja sama dengan Pertamina.
“Yang ini kalau untuk izin impor itu kan prosesnya sudah berjalan,” kata Yuliot kepada wartawan di Kantor Kementerian ESDM, dikutip Sabtu (31/1/2026).
Dalam hal ini, Yuliot juga menyebut opsi menggandeng BUMN Pertamina dalam pengadaan stok BBM masih dimungkinkan bagi perusahaan swasta.
“Tetap kita usahakan sinergi bagaimana ketersediaan BBM, baik oleh Pertamina maupun oleh badan usaha, itu bisa tetap itu berjalan. Itu mungkin hal yang perlu kita evaluasi kembali,” jelasnya.
Sebelumnya, stok BBM jenis bensin di sejumlah SPBU Shell di Jakarta kosong sejak sepekan terakhir. Jenis BBM yang habis yakni bensin RON 92 atau Shell Super.
Baca Juga
- Stok BBM di SPBU Shell Jakarta Habis Sejak Satu Pekan Terakhir
- Stok Bensin Shell Tersedia Terbatas di 12 SPBU Jakarta, Cek Lokasinya!
- Shell Cs Didorong Beli BBM Pertamina Jelang Impor Solar Disetop
Berdasarkan pantauan Bisnis, Senin (26/1/2026), suasana di SPBU Shell jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan tampak sepi. Pada papan harga terpampang bahwa harga untuk Shell Super diisi dengan angka nol.
Angka nol juga mengisi daftar untuk Shell V-Power (RON 95) dan Shell V-Power Nitro + (RON 98). Ini menandakan bahwa stok kedua jenis bensin tersebut juga ludes.
Petugas SPBU pun sesekali memberi tahu bahwa stok bensin habis kepada calon pelanggan yang kadung membelokan kendaraan ke stasiun pengisian BBM itu.
"Mohon maaf stok bensin habis," kata si petugas.
Dia pun mengatakan bahwa stok bensin habis sejak 1 pekan terakhir. Dia pun mengaku tak tahu kapan stok bakal kembali normal. Sebab, informasi tersebut merupakan ranah manajemen.
Pemandangan serupa juga terjadi di SPBU Shell Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Pusat. Tidak terlihat adanya antrean kendaraan untuk mengisi BBM.
Izin Impor PeriodikSebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, kuota impor BBM SPBU swasta akan diberikan secara bertahap pada tahun ini.
Laode menuturkan bahwa dengan skema periodik itu, maka kuota impor tak langsung diberikan secara 1 tahun penuh.
Menurutnya, langkah itu diambil berdasarkan hasil evaluasi pengadaan impor BBM untuk SPBU swasta pada 2025. Pada saat itu, kuota impor BBM SPBU swasta habis lebih awal lantaran tingginya permintaan.
Namun demikian, Laode tak memerinci berapa lama periode impor tersebut. Dia enggan mengungkapkan apakah periode pemberian kuota tersebut dipatok per 3 bulan ataupun per 6 bulan.
"Kami tidak berikan [kuota impor BBM] sekaligus, jadi kita evaluasi juga kan. Jadi tidak diberikan langsung 1 tahun begitu, tapi ada periodisasinya,” ucap Laode di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Sementara itu, terkait besaran kuota impor untuk ini, Laode menyebut besarannya tak jauh berbeda dibandingkan 2025.




