Chicago: Harga emas dunia anjlok pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Pergerakan ini menjadi sebuah pembalikan yang tajam dari reli besar-besaran logam mulia tahun ini.
Mengutip Yahoo Finance, Sabtu, 31 Januari 2026, harga emas berjangka turun hingga 11 persen dan diperdagangkan di bawah USD4.900 per troy ons. Sementara harga emas spot mengalami penurunan harian terbesar sejak awal tahun 80-an, sedangkan harga perak berjangka anjlok lebih dari 25 persen.
Volatilitas tersebut terjadi bersamaan dengan aksi jual pasar saham yang lebih luas, dengan semua indeks utama turun setelah Presiden AS Donald Trump memilih Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya.
Pencalonan tersebut tampaknya meredakan kekhawatiran tentang independensi bank sentral, mengingat sikap Warsh yang secara historis cenderung agresif. Namun, para ahli strategi mengatakan reli epik harga emas dan perak akan segera mengalami koreksi.
"Semakin tinggi harga logam mulia naik, semakin besar kemungkinan tahun 2026 akan menandai puncak harga yang bertahan lama, terutama untuk perak, jika sejarah menjadi acuan," tulis Mike McGlone, ahli strategi komoditas senior di Bloomberg.
"Selalu ada alasan fundamental yang kuat untuk terjadinya reli harga. Tetapi ketika harga naik secepat yang terjadi pada logam mulia, defisit dapat bergeser dengan cepat," tambah dia.
Baca juga: Trump Tunjuk Kevin Warsh Jadi Bos The Fed Gantikan Powell
(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Likuiditas semakin menipis saat harga terus-terusan naik
Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank, mengatakan lonjakan berkelanjutan pada logam mulia, terutama emas dan perak, memasuki fase berbahaya. "Masalahnya adalah volatilitas yang terus berlanjut. Saat fluktuasi harga meningkat, likuiditas menipis," papar dia.
Analis Goldman Sachs pada minggu lalu menetapkan target harga emas sebesar USD5.400 untuk akhir tahun, dengan potensi risiko kenaikan karena meningkatnya partisipasi dari investor sektor swasta.
Namun logam mulia itu melonjak melewati USD5.500 pada Rabu setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga tetap, dengan komentar dari Ketua Fed Jerome Powell yang tidak banyak membantu menghentikan penurunan nilai dolar.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482402/original/054602000_1769182507-lula_lahfah.png)