Tanggul Citarum Jebol Lagi, Camat Muara Gembong Kritik Penanganan BBWS

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com - Camat Muara Gembong Sukawarman menyoroti minimnya langkah preventif dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum menyusul kembali jebolnya tanggul Sungai Citarum di Desa Pantai Bahagia dan Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Sabtu (31/1/2026).

Menurut Sukawarman, pihak kecamatan telah berulang kali menyampaikan permintaan penanganan tanggul sejak 2025, saat kondisi masih dinilai kondusif.

Namun, hingga kini belum ada realisasi perbaikan yang dilakukan.

“BBWS itu kurang preventif. Tahun lalu saat kondusif, saya mengirimkan surat minta tolong dari kami untuk merapihkan tanggul di wilayah kami. Cek iya, survey iya, tapi langkah langsung sejak 2025 tidak ada realisasi yang dilakukan,” katanya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu.

Baca juga: Tanggul Sungai Citarum di Muara Gembong Jebol Lagi, Dua Desa Terendam Banjir

Ia menilai, apabila perbaikan dilakukan sejak awal, tanggul di wilayah Muara Gembong tidak akan mengalami jebol seperti yang terjadi pada Selasa (20/1/2026) dan Sabtu (31/1/2026).

“Kalau itu dilakukan saya yakin sekali warga kami aman dari jebol tanggul,” tuturnya.

Sukawarman mengaku telah mengetahui kondisi kritis tanggul Sungai Citarum di sekitar Muara Gembong.

Kondisi tersebut yang membuatnya terus menyuarakan permintaan perbaikan kepada instansi terkait.

“Itu kenapa sejak awal jadi camat saya selalu berteriak. Ternyata responnya tidak cepat dan tidak antisipatif,” ujarnya.

Baca juga: 48 Desa di Kabupaten Bekasi Terdampak Banjir, Longsor dan Angin Puting Beliung

Ia juga menilai persoalan utama banjir di Muara Gembong bukan disebabkan oleh rob atau curah hujan tinggi, melainkan kiriman air dari hulu saat debit Sungai Citarum meningkat.

“Warga kami dengan rob akrab karena cepat surut. Kalau hujan deras tidak bingung karena hujan langsung mengalir ke laut,” katanya.

“Tapi yang warga kami takutkan adalah debit air tinggi, deras dan kiriman dari hulu dari Bogor. Tanggul kami tidak mampu menahan,” lanjutnya.

Selain itu, Sukawarman menyoroti pola penanganan yang dilakukan sejauh ini, seperti pemasangan karung pasir atau geobag, yang dinilainya belum menyentuh akar persoalan.

“Kalau udah gini bahasanya mereka sederhana, ‘kami anggarkan dan benarkan kalau debit air sudah surut.’ Dipikir ga keadaan warga kami di Muara Gembong yang ekonomi menengah ke bawah?” keluhnya.

Baca juga: Dari Bekasi hingga Depok, Ini 8 Lokasi Syuting Film Lisa BLACKPINK

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia berharap evaluasi menyeluruh dilakukan oleh instansi terkait serta penanganan permanen terhadap tanggul Sungai Citarum dapat segera direalisasikan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sebagian Besar Wilayah Jatim Berpotensi Hujan Ringan pada Akhir Pekan
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
M-ATM ke-29 promosikan ASEAN sebagai destinasi tunggal pariwisata
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Pengamat: Kesaksian Ahok Jadi Pembuka Bersih-bersih Tata Kelola Minyak!
• 9 jam laludisway.id
thumb
Kado Terindah untuk Mendiang Mettu Dwaramury, Persipura Puncaki Klasemen Championship Usai Bungkam Persiku Kudus
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Polri Dalami Unsur Pidana Terkait Saham Gorengan Usai IHSG Anjlok
• 16 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.