FAJAR, SURABAYA — Di tengah kebutuhan mendesak PSM Makassar akan bek tengah berpengalaman, satu nama justru melaju menjauh dari Makassar: Hansamu Yama Pranata.
Bek Timnas Indonesia itu disebut-sebut segera merapat ke Persebaya Surabaya, klub yang pernah membesarkan namanya, setelah posisinya di Persija Jakarta kian terpinggirkan pada putaran kedua BRI Super League 2025/2026.
Padahal secara kebutuhan, Hansamu adalah potongan puzzle yang sangat ideal untuk PSM Makassar.
PSM Butuh, Hansamu Pas
PSM Makassar tengah berada dalam fase koreksi besar-besaran, terutama di lini belakang. Blunder berulang, kegagalan membaca transisi, hingga rapuhnya kepemimpinan di jantung pertahanan membuat sektor ini menjadi titik paling bermasalah sepanjang paruh pertama musim.
Dalam konteks itu, Hansamu Yama adalah jawaban yang nyaris sempurna:
bek tengah kidal,
berpengalaman di level klub dan timnas,
kuat dalam duel udara,
serta punya karakter pemimpin yang tenang.
Hansamu juga terbiasa bermain dalam sistem garis pertahanan tinggi—sesuatu yang sangat dibutuhkan PSM di tengah transisi permainan yang belum stabil.
Namun sepak bola tak selalu berjalan lurus dengan logika kebutuhan.
Isyarat Kuat ke Surabaya
Alih-alih ke Makassar, arah rumor Hansamu justru menguat ke Surabaya.
Akun X @JakzRedss mengabarkan bahwa Persija Jakarta memutuskan meminjamkan Hansamu ke Persebaya Surabaya agar sang pemain mendapat menit bermain reguler.
“Rio Fahmi ke Arema FC. Hansamu Yama ke Persebaya. Daripada tidak mendapatkan menit bermain, pemain yang off perform memang sebaiknya dilepas atau dipinjamkan saja.”
Akun @MediaPersija memperkuat kabar tersebut. Kedatangan Paulo Ricardo di jantung pertahanan Persija membuat peluang bermain Hansamu semakin sempit, meski ia hampir selalu masuk daftar cadangan.
Sinyal Perpisahan yang Tak Terbantahkan
Kabar hengkang Hansamu makin kuat setelah sejumlah pemain Persija mengunggah pesan perpisahan.
Bek asing Persija, Emaxwell Souza, menulis salam emosional di Instagram:
“Aku mendoakanmu semoga sukses di dunia ini, saudaraku. Kami akan merindukanmu.”
Kapten Persija, Rizky Ridho, juga mengunggah kebersamaannya dengan Hansamu lewat Instagram Story—gestur yang sering kali menjadi penanda akhir kebersamaan di ruang ganti.
Persebaya: Pulang ke Rumah Lama
Jika benar bergabung ke Persebaya, Hansamu tak memulai dari nol. Ia kembali ke lingkungan yang memahami karakter bermainnya, atmosfer suporternya, dan tekanan tribun yang pernah ia hadapi.
Bagi Persebaya, Hansamu adalah solusi instan untuk menambah pengalaman dan ketenangan di lini belakang—sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam fase pembangunan ulang tim.
Bagi Hansamu, Surabaya menawarkan satu hal yang kini paling ia butuhkan: menit bermain.
PSM Kehilangan Kesempatan?
Dari sudut pandang PSM Makassar, ini adalah peluang yang nyaris sempurna namun tampak terlewat. Di saat klub mencari stabilitas dan figur pemimpin baru di pertahanan, Hansamu justru bergerak ke arah lain.
Jika rumor ini menjadi kenyataan, maka PSM bukan hanya kehilangan satu opsi bek tengah—tetapi kehilangan profil pemain yang tepat di waktu yang tepat.
Dan bagi Hansamu Yama, pilihan ini bukan soal romantisme semata, melainkan soal keberlanjutan karier.
Sepak bola selalu tentang momentum.
Dan momentum Hansamu tampaknya kini kembali mengarah ke Surabaya.





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5488959/original/056745600_1769772092-InShot_20260130_181118131.jpg.jpeg)