Layanan Kesehatan Lumpuh, 513 Nakes Dikerahkan Tembus Wilayah Tersulit di Aceh

viva.co.id
19 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Bencana hidroklimatologi di Sumatera meninggalkan pekerjaan rumah besar dalam proses pemulihan. Sejumlah wilayah terisolir masih sulit dijangkau akibat rusaknya infrastruktur dan konektivitas. Akses menuju desa-desa pedalaman yang memerlukan waktu tempuh panjang membuat distribusi bantuan dan layanan dasar berjalan lambat.

Sejak dibentuk di awal Januari 2026, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) bekerja keras mengordinasikan agenda pemulihan dari masing-masing kementerian/lembaga (K/L). Hal ini, antara lain, dapat disimak dari daily brief  Kaposko Satgas PRR, yang merupakan bagian dari laporan kepada Kasatgas, Tito Karnavian. Dalam daily brief tersebut disampaikan kegiatan yang dilaksanakan oleh 18 K/L pada Kamis 29/1/2026 dan Jumat 30/1/2026.

Baca Juga :
Heboh Tabung Whip Pink di TKP Lula Lahfah, Kemenkes–Bareskrim Peringatkan Bahaya Gas Tertawa
10 Fakta Virus Nipah yang Diam-diam Mematikan, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Serang Otak

Di antara berbagai kegiatan yang dilaporkan, diketahui bahwa Kementerian Kesehatan mengerahkan 513 tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga medis (named) khusus untuk menjangkau daerah terisolir di wilayah bencana. Mereka adalah nakes dan named yang tergabung dalam Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) angkatan ke-3.  

Mereka diterjunkan  untuk menyediakan bantuan layanan kesehatan di daerah yang sulit terjangkau, pos pengungsian, puskesmas dan rumah sakit di sembilan kabupaten/kota di Aceh.

Dalam daily brief kepada Kasatgas, secara terperinci dilaporkan kegiatan para nakes dan named. Mereka antara lain turut membantu pembangunan puskesmas moduler untuk menggantikan sementara gedung Puskesmas Lokop (Aceh Timur) yang hancur dan Puskesmas Jambur Lak Lak (Aceh Tenggara) yang rusak berat.

Selain itu mereka juga melakukan pengerjaan instalasi 20 unit sumur bor di berbagai puskesmas, yaitu di Aceh Tamiang (1 unit), Aceh Timur (4 unit), Bireun (2 unit), Aceh Utara (8 unit), Langsa (2 unit), Pidie Jaya (1 unit), Tapanuli Tengah (3 unit).  Perbaikan ambulans yang rusak oleh bencana juga turut dalam penanganan mereka. Menurut laporan dalam daily brief, sebanyak 16 unit ambulans di Aceh dan delapan unit di Sumut sedang dalam perbaikan.

Disamping itu, untuk akselerasi pengadaan alat dan layanan kesehatan yang sangat dibutuhkan masyarakat,  Menteri Kesehatan pada tanggal 26 Januari 2026 telah megeluarkan keputusan  yang memperbolehkan pemanfaatan sisa dana Bantuan Operasioal Kesehatan (BOK) tahun anggaran 2025 untuk percepatan pemulihan layanan kesehatan hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Baca Juga :
DPR Desak Kemenkes Perketat Pengawasan Super Flu, Korban Meninggal Jangan Dianggap Remeh
BNPB: Aktivitas Ekonomi di Wilayah Terdampak Bencana Aceh Mulai Membaik
Disebut Tembus Kekebalan, Apa Itu Super Flu yang Sudah Masuk Indonesia? Ini Penjelasan Kemenkes dan IDAI

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kalender Jawa Februari 2026 Lengkap dengan Weton dan Neptunya
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Wamenkomdigi ingatkan risiko ancaman siber di era AI
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo Bertemu Tokoh ”Oposisi”, Keterbukaan pada Kritik Diharapkan Berlanjut
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Lama Puasa, Leo/Bagas Raih Gelar Juara Thailand Masters 2026
• 52 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Munafri Ingatkan OPD Percepatan Pelayanan Publik Prioritas Utama
• 1 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.