Jakarta, VIVA – Pernah berada di jalan raya ketika ada mobil lain tiba-tiba ingin masuk ke jalurmu? Sebagian orang langsung naik emosi, menginjak gas, atau membunyikan klakson. Namun ada juga yang memilih melambat, memberi isyarat tangan, dan membiarkan mobil itu masuk dengan tenang.
Menurut psikologi, reaksi sederhana ini bukan kebetulan. Orang yang mampu tetap tenang dan tidak tersulut emosi saat berkendara memberi jalan di lalu lintas ternyata memiliki kemampuan pengelolaan emosi yang sangat matang. Melansir dari Global English Editing, sikap kecil di jalan ini justru mencerminkan kecerdasan emosional yang berpengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari.
Orang yang tidak mudah marah di jalan memiliki kemampuan memberi jeda antara kejadian dan reaksi. Alih-alih bereaksi spontan dengan emosi, mereka berhenti sejenak untuk memilih respons yang lebih rasional.
Kemampuan ini membuat mereka tidak dikendalikan oleh amarah sesaat. Mereka sadar bahwa emosi bisa datang, tetapi tidak harus langsung dituruti.
2. Paham Bahwa Emosi Bisa MenularPsikologi menjelaskan bahwa emosi bersifat menular, termasuk di lalu lintas. Satu tindakan agresif bisa memicu kemarahan berantai pada pengendara lain.
Orang yang memberi jalan memahami bahwa sikap tenang dan ramah dapat menciptakan suasana yang lebih positif. Mereka tahu bahwa satu tindakan kecil bisa memengaruhi banyak orang.
3. Tidak Membesar-besarkan Masalah KecilBagi mereka, kehilangan beberapa detik di jalan bukan masalah besar. Orang dengan regulasi emosi yang baik mampu melihat gambaran besar dan tidak terjebak pada frustrasi sesaat.
Mereka sadar bahwa kemarahan karena hal kecil justru lebih merugikan diri sendiri dibandingkan manfaat yang didapat.
4. Mampu Mengubah Cara PandangDaripada langsung berpikir negatif, mereka memilih sudut pandang yang lebih netral. Bisa jadi pengendara lain sedang bingung, terburu-buru, atau tidak sengaja.
Kemampuan ini membantu mereka menghindari prasangka buruk yang sering kali menjadi pemicu utama emosi.
5. Tahan Terhadap Rasa Tidak NyamanMacet, panas, dan tekanan waktu adalah kombinasi yang mudah memancing emosi. Orang yang tenang di lalu lintas mampu merasakan ketidaknyamanan tanpa harus meluapkannya.



