Warga kembali memadati Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (1/2) pagi. Banyak dari mereka memanfaatkan waktu ini untuk berolahraga, atau sekedar bergerak, bersantai, atau menghabiskan waktu dengan orang-orang terdekat.
Pantauan kumparan di lokasi pada pukul 06.30 WIB, Bundaran HI sudah mulai dipenuhi warga yang berolahraga, mulai dari berlari hingga bersepeda.
CFD kali ini tampak lebih padat dibandingkan pekan sebelumnya. Cuaca terbilang cukup bersahabat, meski langit terlihat mendung dan sempat turun hujan ringan di beberapa waktu.
Warga datang dengan beragam tujuan. Ada yang memilih berlari sendiri, ada pula yang datang bersama pasangan, hingga membawa anak-anak untuk menikmati akhir pekan dengan aktivitas fisik di ruang terbuka.
Salah satunya adalah pasangan Aris dan Eka, yang pagi itu tampak menikmati waktu bersama keluarga dengan bersepeda. Keduanya terlihat bergantian memperhatikan anak-anak yang melaju santai di jalur CFD, sesekali berhenti untuk memastikan anak-anak tetap nyaman dan aman.
Bagi Aris dan Eka, bersepeda bersama keluarga bukanlah pengalaman pertama. Aris mengaku kegiatan ini sudah beberapa kali mereka lakukan.
“Sudah 4 kali lebih sih,” kata Aris saat ditemui di Bundaran HI.
Meski begitu, kegiatan ini tidak selalu rutin dilakukan setiap pekan. Kesibukan pekerjaan membuat mereka harus pandai-pandai mencari waktu luang.
“Rutin juga sih, kalau pas lenggang, longgar. Karena kita dua-duanya pekerja,” ujar Aris.
“Kalau cuaca mendukung,” timpal Eka.
Bersepeda dipilih sebagai aktivitas utama karena dinilai lebih ramah dilakukan bersama keluarga, terutama dengan anak-anak.
“Karena lebih nggak capek. Lebih mudah istirahat dulu,” kata Aris.
Pagi itu, keluarga ini memulai perjalanan sejak pukul 06.00 WIB dari Utan Kayu, Jakarta Timur. Total jarak yang mereka tempuh berkisar 5 hingga 9 kilometer, menyesuaikan kondisi dan ritme bersepeda bersama anak-anak.
Rute favorit mereka pun sudah menjadi langganan.
“Dari HI ke Monas,” ujar Aris.
“Dari Utan Kayu terus HI ke Monas. Lalu pulang lagi,” jelas Eka.
Selama perjalanan, anak-anak tampak antusias mengayuh sepeda. Sesekali terdengar suara tawa saat mereka saling menyusul atau berhenti sejenak untuk minum.
Di sela-sela istirahat, obrolan ringan pun muncul, mulai dari cerita kecil selama bersepeda hingga perbincangan tentang makanan apa yang akan disantap setelah selesai berolahraga.
Menurut Aris dan Eka, manfaat bersepeda bersama keluarga cukup terasa, terutama bagi kebugaran tubuh dan suasana hati.
“Badan lebih segar aja sih. Lebih enak karena banyak gerak,” ujar Aris.
“Lebih fresh,” tambah Eka.
Anak-anak mereka pun tampak lebih menikmati aktivitas bersepeda dibandingkan sekadar bermain di sekitar CFD.
“Lebih suka sepedaan,” kata Eka singkat.
Usai bersepeda, agenda keluarga ini terbilang sederhana namun dinantikan, terutama oleh anak-anak.
“Cari makan sih kita biasanya,” ujar Aris.
“Cari makan, santai aja,” kata Eka sambil tertawa.
Meski menikmati suasana CFD, Aris menilai kenyamanan bagi pesepeda masih perlu ditingkatkan, terutama soal pembagian ruang dengan pejalan kaki dan pelari.
“Kalau sepeda, kurang nyaman ya karena banyak yang jalan juga. Jadi terganggu,” katanya.
Ia berharap ke depan ada penataan yang lebih jelas agar CFD semakin ramah bagi semua pengunjung.
“Mungkin dibuat jalurnya khusus sepeda. Antara sepeda dan yang jalan kaki dan lari,” ujar Aris.
“Khusus di sepeda, lebih ditertibkan lagi,” tambah Eka.
“Iya dipisahkan gitu,” lanjutnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan kumparan pada pukul 08.10 WIB, kawasan Bundaran HI mulai diguyur hujan. Meski demikian, antusiasme warga tidak surut. Sejumlah pengunjung masih tampak berlari dan bersepeda di bawah guyuran hujan, menikmati CFD dengan cara masing-masing.
Bagi keluarga Aris dan Eka, CFD bukan sekadar ruang olahraga, tetapi juga momen kebersamaan yang jarang didapat di hari kerja sederhana, namun meninggalkan kesan dan makna tersendiri, terutama bagi anak-anak.




