?Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menawarkan diri menjadi penengah untuk mencegah serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Iran. ?Tawaran ini disampaikan saat Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi berkunjung ke Istanbul di tengah ancaman tindakan Donald Trump dan penetapan Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris oleh Uni Eropa.
Dalam pertemuan tersebut, Turki secara tegas menolak penggunaan kekuatan militer oleh AS karena dinilai tidak efektif dan akan merusak keamanan regional.
Baca Juga :
Ledakan Tewaskan Satu Orang di Pelabuhan Iran, Sehari Jelang Latihan Militer
Erdogan setelah menghubungi Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk memfasilitasi komunikasi dengan Washington guna mengakhiri ketegangan.
Bujukan ini terjadi setelah Uni Eropa resmi memasukkan garda revolusi Iran ke dalam daftar teroris menyusul tewasnya 6479 orang dalam protes di Iran. ?Menanggapi hal tersebut, Menlu Iran mengkritik negara Eropa dan menegaskan bahwa militer tetap siaga penuh untuk serangan.




