Penulis: Fityan
TVRINews - Quetta, Pakistan
Kelompok separatis BLA melancarkan serangan serentak di berbagai titik wilayah Balochistan.
Setidaknya 33 orang, termasuk 15 petugas keamanan dan 18 warga sipil, tewas dalam serangkaian serangan terkoordinasi yang melanda provinsi Balochistan, Pakistan, pada Sabtu 31 Januari 2026 malam waktu setempat.
Kekerasan ini menandai eskalasi terbaru dalam konflik panjang di wilayah barat daya yang kaya sumber daya namun tertinggal secara ekonomi tersebut.
Kelompok pembebasan Balochistan (BLA), yang telah dilarang oleh pemerintah, mengklaim bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Melalui pernyataan resminya, BLA menyatakan telah menargetkan instalasi militer, kantor polisi, dan administrasi sipil di sembilan distrik di seluruh provinsi.
Kronologi Serangan
Serangan dilaporkan bermula sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Para pria bersenjata menyerbu beberapa kantor polisi di ibu kota provinsi, Quetta, serta melakukan aksi penculikan dan pembakaran.
Di satu distrik, kelompok tersebut dilaporkan membebaskan sedikitnya 30 narapidana dari penjara setempat setelah melumpuhkan penjaga dan menyita amunisi.
Juru bicara pemerintah Balochistan, Shahid Rind, menyatakan bahwa meskipun serangan tersebut masif, sebagian besar upaya gerilyawan berhasil digagalkan oleh respons cepat aparat.
Namun, seorang pejabat militer di Islamabad memberikan catatan kritis terhadap operasi tersebut.
"Serangan ini memang terkoordinasi, namun dieksekusi dengan buruk.
Mereka gagal karena perencanaan yang lemah dan keruntuhan cepat saat menghadapi respons keamanan yang efektif," ujar pejabat tersebut kepada AFP.
Respons Pemerintah dan Tuduhan Regional
Menteri Dalam Negeri Federal, Mohsin Naqvi, menggunakan istilah "Fitna al-Hindustan" untuk merujuk pada BLA, sebuah frasa yang sering digunakan pemerintah untuk menuduh keterlibatan pihak asing.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif secara terbuka memuji keberanian pasukan keamanan dan menuduh India memberikan dukungan di balik layar kepada para separatis.
Hingga berita ini diturunkan, New Delhi belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut.
Kepala Menteri Balochistan, Sarfraz Bugti, menegaskan komitmen pemerintah dalam menumpas aksi terorisme di wilayahnya.
"Dalam 12 bulan terakhir, pasukan keamanan telah melumpuhkan lebih dari 700 teroris.
Serangan ini tidak akan melemahkan tekad kami untuk membasmi terorisme hingga tuntas," tegas Bugti.
Dampak dan Eskalasi
Akibat serangan ini, otoritas setempat segera menghentikan layanan internet dan operasional kereta api demi alasan keamanan. Kemacetan total juga dilaporkan terjadi di beberapa distrik karena pos pemeriksaan keamanan diperketat.
Wilayah Balochistan, yang berbatasan dengan Afghanistan dan Iran, telah lama menjadi medan tempur bagi kelompok separatis yang menuntut kemerdekaan dari pemerintah pusat di Islamabad.
Meski kaya akan mineral, provinsi ini tetap menjadi yang termiskin di Pakistan, sebuah ketimpangan yang sering menjadi pemicu utama kerusuhan selama berdekade-dekade
Editor: Redaktur TVRINews


