JAKARTA, DISWAY.ID -- Pemerintah berkomitmen untuk memberantas praktik manipulasi harga saham yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok selama 2 hari.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tindakan manipulasi harga saham dapat merugikan investor.
“Negara tidak mentoleransi manipulasi harga saham atau praktik saham gorengan. Tindakan seperti itu merugikan investor dan merusak kredibilitas pasar modal nasional,” kata Airlangga di Wisma Danantara, Sabtu, 31 Januari 2026.
BACA JUGA:Yes! Harga BBM Pertamina Resmi Turun 1 Februari 2026, Pengguna Pertamax dan Dex Diuntungkan
BACA JUGA:Seruan Prabowo ke Pasar Modal, Ungkap Kondisi Fundamental Ekonomi RI
Airlangga menjelaskan, praktik manipulasi pasar dapat menggerus kepercayaan terhadap sistem keuangan nasional dan pada akhirnya menghambat arus penanaman modal asing atau foreign direct investment (FDI) yang sangat dibutuhkan Indonesia.
“Kepercayaan investor sangat penting karena investasi asing dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa pemerintah selalu mendukung Bursa Efek Indonesia bersama aparat penegak hukum akan menindak setiap pelanggaran aturan bursa, peraturan Otoritas Jasa Keuangan, serta undang undang sektor keuangan.
BACA JUGA:Nahlo! OJK Gerak Cepat Bongkar Praktik Saham Gorengan, Usut Influencer Finansial Sesat
BACA JUGA:Sepanjang 2025, PalmCo Salurkan Lebih Rp65 Miliar TJSL Jangkau 94 Kabupaten/Kota di Indonesia
“Pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap proses hukum,” ujar Airlangga.




