JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, membenarkan Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan sejumlah tokoh di kediamannya, Kertanegara, pada Jumat, 30 Januari 2026.
Namun, dia menjelaskan bahwa tokoh-tokoh tersebut bukan oposisi. Sebab, kata Pras, tokoh-tokoh tersebut memberikan masukan terkait program-program pemerintahan.
"Ndak, ndak ada yang oposisi. Itu kan tokoh-tokoh masyarakat juga yang Bapak Presiden terbuka untuk berdialog, menerima masukan," kata Pras, Minggu, 1 Februari 2026.
BACA JUGA:Netanyahu Tegas Israel Takkan Stop Invasi di Gaza, Oposisi Tel Aviv: Gimmick Basi, Pemimpin Gagal
Isi pembicaraan adalah perihal program yang sudah dijalankan selama satu tahun kepemimpinannya.
"Kemudian juga beliau menjelaskan program-program yang dalam satu tahun lebih, beberapa bulan ini beliau jalankan yang semua memang berorientasi untuk kepentingan rakyat, orientasi untuk kepentingan bangsa dan negara," sambung Pras.
Ia mengungkapkan bahwa, beberapa tokoh tersebut adalah Peneliti Senior BRIN, Siti Zuhro hingga eks Kabareskrim Susno Duadji.
BACA JUGA:Tak Ada Oposisi? PDIP dan Gerindra Makin Mesra Usai Arahan Mega, Muzani Bersyukur
"Ya di antaranya ada Profesor Siti Zuhro, ada diskusi mengenai masalah kepemiluan. Kemudian ada Pak Susno, berdiskusi masalah penegakan hukum. Macam-macam di situ ada beberapa banyak," jelas Prasetyo.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin sebelumnya mengatakan Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan tokoh-tokoh yang mengeklaim sebagai oposisi pemerintah pada Jumat, 30 Januari 2026 malam.
Ia mengatakan pertemuan itu membahas tentang bagaimana negara harus dikelola secara baik oleh seluruh pihak.
BACA JUGA:AHY Ceritakan Perjalanan Partai Demokrat Menjelang Kongres Ke-6, Dari Oposisi Hingga Upaya Kudeta
"Tadi malam Bapak Presiden dan beberapa tokoh tokoh nasional yang tanda kutip mengatakan oposisi," kata Sjafrie di Cibodas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Sjafrie mengatakan pertemuan itu membahas tentang bagaimana negara harus dikelola secara baik oleh seluruh pihak.
Sejauh ini, kata dia, banyak pihak yang kerap membuat kondisi negara tidak diuntungkan dari segi pemanfaatan sumber daya alam hingga perputaran keuangan.



