Matahari berpendar cemerlang, mengusir mendung yang urung menggantung. Sinarnya lembut menerpa wajah anak-anak yang riang berlarian. Dari celah pepohonan, angin bertiup pelan. Embusannya menyisakan udara sejuk yang menyelimuti Taman Kelinci Roci, oase kecil di Rorotan, Jakarta Utara, Jumat (30/1/2026).
Di bangku semen bercat abu-abu, Arinda (27) duduk sambil menenteng plastik berisi minuman manis. Pandangannya tertuju ke arah taman bermain, mengawasi putrinya, Fiola (6), yang asyik merangkak di lorong bertali. Sesekali, gadis kecil itu menghampiri ibunya untuk meminta minum, lalu kembali bermain bersama anak-anak lain.
”Saya malah baru tahu ada taman ini. Awalnya diajak jalan-jalan sama suami, eh ternyata dibelokin ke sini,” ujar Arinda. Hari itu, Taman Kelinci Roci memang baru saja diresmikan. Warga pun berbondong-bondong datang bersama anak-anak mereka untuk menikmati ruang terbuka hijau (RTH) seluas 2.711 meter persegi tersebut.
Arinda mengaku senang dengan kehadiran taman baru di kawasan Rorotan. Dengan demikian, ia memiliki lebih banyak pilihan wisata murah yang dekat dengan rumah. Sebelumnya, ibu asal Lampung itu biasa berekreasi ke Taman Sungai Kendal atau Taman Asri Malaka yang berjarak sekitar dua kilometer dari Taman Kelinci Roci.
Sesuai namanya, keberadaan kelinci menjadi daya tarik utama sekaligus identitas taman ini. Sebuah kandang berbentuk kelinci raksasa menyambut pengunjung tepat di depan pintu masuk. Dari balik pagar kecil, anak-anak sibuk mengamati sekumpulan kelinci yang melahap wortel. Sementara itu, para orangtua antusias mengatur pose anak-anak mereka untuk berfoto dengan kelinci dari kejauhan.
Selain kandang kelinci, beragam fasilitas—seperti area bermain anak, plaza terbuka, dan gazebo—dirancang untuk menunjang fungsi rekreasi, edukasi, dan interaksi warga. Taman yang berada di tepi Kanal Banjir Timur ini juga dilengkapi kolam retensi yang berfungsi sebagai pengendali genangan air sekaligus pelengkap elemen lingkungan.
Di sudut lain, bangunan kecil serupa rumah Teletubbies turut menarik perhatian. Di depannya, para ibu menunggu anak-anak mereka yang sedang beraktivitas di dalam. Anak-anak membaca buku, bercerita, serta bermain catur, congkak, dan boneka tangan. Aktivitas rekreatif dan edukatif pun menyatu dalam satu ruang kecil.
Di antara para ibu itu, Rani (31) sabar menunggu anaknya yang tengah memilih buku bacaan. Dari sekian banyak fasilitas yang tersedia, ia mengapresiasi keberadaan ruangan kecil yang memfasilitasi beragam aktivitas edukatif. ”Paling enggak, anak saya jadi mau baca buku. Enggak cuma main-main aja,” ujarnya.
Rani berharap taman-taman yang telah dibangun dapat dirawat dengan baik oleh pemerintah. Sebagai warga yang gemar mengunjungi RTH, ia menyayangkan fasilitas di taman-taman lain yang mulai rusak. Padahal, ruang-ruang tersebut masih dibutuhkan sebagai sarana rekreasi keluarga, terutama untuk menghibur anak-anak.
Anak-anak membaca buku, bercerita, serta bermain catur, congkak, dan boneka tangan. Aktivitas rekreatif dan edukatif pun menyatu dalam satu ruang kecil.
Taman Kelinci Roci merupakan salah satu taman baru yang diresmikan Gubernur Jakarta Pramono Anung. Sebelumnya, kawasan ini hanya berupa rawa tak terurus yang dipenuhi tanaman liar dan ditempati sejumlah bangunan. Sejak 2025, rawa tersebut mulai dibersihkan dan bangunan digusur untuk kemudian disulap menjadi taman.
Upaya penataan taman sejalan dengan kondisi RTH di Jakarta yang masih terbatas. Hingga akhir 2025, cakupan RTH di ibu kota baru mencapai 5,6 persen dari total luas wilayah. Angka ini memang meningkat 0,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi masih jauh dari ketentuan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang yang menetapkan porsi RTH sebesar 30 persen.
Untuk mengejar target tersebut, Pemerintah Provinsi Jakarta tidak hanya mengandalkan APBD. Berbagai lahan tidur di sejumlah sudut kota mulai difungsikan sebagai taman. Selain itu, pemerintah juga menagih pemenuhan kewajiban fasilitas umum dan sosial dari para pengembang sebagai bagian dari upaya memperluas RTH (Kompas.id 30/1/2026).
Keberadaan Taman Kelinci Roci menjadi contoh bagaimana lahan tak terurus dapat diubah menjadi ruang bersama yang lebih tertata dan bernilai bagi kota. Pemerintah Provinsi Jakarta berharap RTH tidak hanya bertambah secara kuantitas, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi warga.



/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2019%2F12%2F23%2F41d88171-abe3-4a65-b6e4-bcb5c926ccbd_jpg.jpg)

