Aksi Heroik Warga Tangkal Kejahatan Jalanan Jakarta

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

Pengemudi Jaklingko, M Tommy (39) menunjukkan aksi heroik saat melihat penjambretan di depan matanya di Jl TB Simatupang, Jakarta Timur. Dari aksi tersebut, satu penjambret berhasil ditangkap warga sementara satu lainnya masih dikejar.

Kepala Unit Reskrim Polsek Ciracas Inspektur Polisi Satu Hasnan Nasruki menjelaskan peristiwa penjambretan ini terjadi pada Jumat (30/1/2026). Peristiwa bermula saat seorang perempuan berinisial DE tengah menunggu bus.

Dari kejauhan, pelaku penjambretan sudah mengincar korban. Perlahan mereka mendekat dan tiba-tiba salah satu pelaku turun dari motor dan langsung merampas telepon genggam milik korban seharga Rp 1,5 juta. "Satu pelaku turun merebut handphone korban, sementara rekannya siaga di atas motor," kata Hasnan, Minggu (1/2/2026).

Setelah berhasil merampas harta milik korban, salah satu pelaku langsung tancap gas ke arah tol. Sementara satu pelaku lain tidak mampu melarikan diri karena langsung diserempet oleh Tommy dengan mobil Jaklingko yang dibawanya. "Pelaku jatuh dan berhasil ditangkap warga," kata Hasnan.

Karena itu, pelaku tidak mengalami luka tabrak hanya mengalami luka di sekujur tubuh karena dianiaya warga. Saat ini, ujar Hasnan, pihaknya masih mengejar satu pelaku lain yang melarikan diri.

Baca JugaKejahatan Jalanan dan Tekanan Ekonomi yang Berkelindan

Inisiatif warga menggagalkan kejahatan di Jakarta juga terjadi di Palmerah, Jakarta Barat pada Rabu (7/1/2026) pagi. Satu orang terluka akibat tembakan yang dilontarkan pelaku.

Peristiwa mencekam ini terekam jelas dalam kamera dasbor pada motor warga. Dalam rekaman tersebut tampak beberapa warga tengah berupaya mencegah pelaku curanmor melarikan motor milik warga.

Salah seorang warga kemudian menarik motor pelaku sampai terjatuh. ”Maling... maling... maling,” teriak warga tersebut. Pelaku lain yang membawa motor curian berusaha menolong temannya yang nyaris tertangkap warga.

Seketika ia mengeluarkan senjata api dan melontarkan tembakan hingga empat kali. Salah satu tembakan mengenai kaki kanan warga yang berupaya mencegah mereka. Warga itu tersungkur.

Pelaku pun kabur dengan meninggalkan motornya. Walau berhasil membawa kabur motor milik korban, motor milik pelaku ditahan oleh warga.  

Dalam laporannya, Kapolsek Palmerah, Komisaris Gomos Simamora menceritakan, kejadian bermula saat dua pelaku masuk ke halaman rumah warga untuk menggasak sepeda motor yang terparkir. Saat motor hendak dikeluarkan, aksi mereka terlihat oleh korban yang kemudian berusaha mengejar.

”Korban melihat dari jendela, kemudian berusaha mengejar pelaku yang berjumlah dua orang,” kata Gomos. Kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Warga awalnya berhasil mengamankan salah satu pelaku yang membawa motor miliknya sendiri.

Saat itu, pelaku lain yang membawa sepeda motor curian mencoba menolong. ”Pelaku ini melepaskan empat kali tembakan. Dua peluru meleset, satu kena pagar rumah warga, dan satu lainnya kena kaki korban,” ujarnya.

Setelah penembakan itu, mereka berdua kabur dengan motor curian. Namun, motor milik salah seorang pelaku dapat ditahan warga.

Aksi heroik juga terjadi di Cakung, Jakarta Timur, pada 8 November 2025, Atim Suhara (42), petugas Pertahanan sipil (hansip) di sana dengan berani menghadang para komplotan pelaku curanmor walau harus dibayar dengan nyawa.

Pada hari naas itu, Atim sedang ronda malam bersama dua rekannya.
Atim dan rekannya memantau rekaman CCTV dan melihat dua pelaku sedang mencongkel sepeda motor milik warga sekitar pukul 03.30 WIB. Melihat itu, mereka langsung menuju lokasi untuk memastikan kejadian tersebut.

Sesampai di tempat kejadian, korban melihat kedua pelaku masih berada di dekat sepeda motor yang akan dicuri. Korban kemudian menabrakkan sepeda motornya ke arah pelaku untuk menggagalkan aksi tersebut. Keduanya terlibat duel fisik sebelum pelaku mengeluarkan senjata api dan menembakkannya ke arah korban.

Akibatnya, korban terluka di perut sebelah kiri. Nyawanya pun tidak tertolong. Meski demikian para pelaku akhirnya dapat ditangkap.

Kematian Atim Suhara berdampak pada perubahan wajah Hansip se-Jakarta. Pergantian warna seragam itu sebenarnya bukan benar-benar hal baru. Aturannya sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2023 tentang Sarana dan Prasarana bagi Satuan Tugas Perlindungan Masyarakat dan Satuan Perlindungan Masyarakat.

Jakarta memulainya lebih awal untuk meremajakan wajah hansip. Pertahanan sipil (hansip) yang juga disebut dengan satuan perlindungan masyarakat (satlinmas) ini butuh energi baru ataupun penguatan di sana-sini.

Ada 5.340 hansip baru dan 695 satgas satlinmas yang dikukuhkan pada Selasa (11/11/2025). Selain berusia lebih lebih muda, ada pula perempuan hansip.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta Satriadi Gunawan menekankan, fungsi satlinmas adalah untuk memperkuat sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (sishankamrata). Satlinmas juga untuk meningkatkan kepedulian atau peran serta masyarakat dalam kebencanaan, gangguan keamanan, dan ketertiban.

Ribuan hansip itu berada dalam binaan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta. Mereka bakal dilatih agar bisa berperan lebih di lingkungan masing-masing.

Baca JugaDrama 15 Menit Aksi Serda Wahyu Bebaskan Sandera di Pejaten

”Kami prihatin dengan meninggalnya satu hansip (di Cakung, Jakarta Timur). Kejadian tersebut menunjukkan memang ada risiko-risiko dalam tugas ini. Maka, kami minta hansip mengutamakan dan memprioritaskan keselamatan diri pada saat bertugas,” kata Satriadi.

Aksi heroik yang ditampilkan di Jakarta menandakan masih banyak warga yang peduli untuk menghentikan banyaknya aksi kejahatan di wilayah Jakarta. Apalagi jelang bulan Ramadhan diperkirakan aksi kejahatan jalanan di Jakarta dan sekitarnya akan meningkat.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri mengatakan, jajarannya akan meningkatkan intensitas patroli di beberapa wilayah rawan tawuran, seperti Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. ”Selain itu, wilayah penyangga Jakarta, seperti Depok, Bekasi, dan Tangerang, juga menjadi perhatian utama,” ujarnya.

Asep menuturkan, menjelang bulan Ramadhan, gangguan kamtibmas cenderung meningkat, terutama berupa tawuran, aksi geng motor, premanisme, serta berbagai bentuk kejahatan jalanan lainnya.

Kondisi tersebut dipicu oleh sejumlah faktor, antara lain konsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang, provokasi melalui media sosial, serta tekanan sosial ekonomi yang meningkat jelang Ramadhan.

”Kondisi ini tidak dapat ditoleransi karena berpotensi menimbulkan korban jiwa, kerusakan fasilitas umum, dan menurunnya rasa aman di tengah masyarakat,” katanya.

Oleh karena itu, diperlukan langkah tegas untuk menjaga keamanan lingkungan serta mendukung kelancaran aktivitas masyarakat menjelang Ramadhan. ”Tentu dengan tetap mengedepankan hak asasi manusia dan humanisme dalam melakukan penindakan di lapangan,” ujarnya.

Ketika seluruh warga Jakarta bersinergi menjaga keamanan lingkungan maka potensi kejahatan pun dapat dikikis. Ayo jaga Jakarta.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Warga Antusias Lihat Panggung TVRI Kick Off Piala Dunia 2026
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Sarat Intervensi Asing, Petani Tolak Regulasi Tembakau yang Mematikan Sumber Pendapatan
• 3 jam laludisway.id
thumb
Pemkab Tapin Terima Penghargaan dari Menteri Hukum
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
NEXT: Pemerataan pembangunan daerah tingkatkan kualitas hidup
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Investor Ritel Menanti Kepastian Pasar Modal
• 23 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.