PSEL Benowo Jadi Tumpuan Tekan Sampah Harian Surabaya

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Investor dan pemerintah daerah kini menaruh harapan besar pada fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk menahan laju penumpukan sampah di TPA Benowo, Surabaya. Setiap hari, sekitar 1.500 ton sampah masuk ke lokasi tersebut dari seluruh wilayah Surabaya.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menilai PSEL menjadi opsi pengelolaan yang relevan bagi kota dengan timbulan sampah di atas 1.000 ton per hari. “PSEL adalah salah satu alternatif pengelolaan sampah, karena sampah jika tidak dikelola akan jadi masalah, PSEL di TPA Benowo merupakan langkah bagaimana mengatasi timbulan sampah yang cukup besar. PSEL lah yang menjadi pilihan,” kata Kepala Bidang Wilayah III Pusdal LH Jawa KLH/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Gatut Panggah Prasetyo di Surabaya, Ahad (1/2/2026).

Baca Juga
  • Proyek PSEL Sterilkan 90 Hektare Lahan di TPA Jatibarang dari Sampah
  • Gunungan Sampah TPA Jatibarang Tembus 3 Juta Ton, Pemkot Semarang Nantikan PSEL
  • Indef Tekankan Pentingnya Pemilahan Sampah untuk Proyek PSEL

TPA Benowo tercatat sebagai lokasi PSEL pertama di Indonesia yang diresmikan pada 2021. KLH menilai pengurangan sampah melalui fasilitas ini menjadi krusial untuk mencegah meluasnya gunungan sampah yang berisiko terhadap keselamatan dan kesehatan warga.

“Karena jika tidak, maka gunung sampah akan semakin meluas, tinggi dan juga membahayakan keselamatan, kesehatan. PSEL diperuntukkan bagi wilayah dengan timbulan sampah lebih dari 1.000 ton per hari,” ujar Gatut.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Pemerintah juga menyiapkan pembangunan PSEL berbasis aglomerasi, termasuk Surabaya Raya yang mencakup Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Lamongan. Skema ini ditujukan untuk menekan timbulan sampah lintas wilayah sekaligus memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah regional.

Dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin (26/1), Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan empat wilayah telah menuntaskan proses lelang dan diperkirakan siap memulai pembangunan PSEL pada Maret. Empat wilayah tersebut adalah Denpasar, Yogyakarta, Bogor, dan Bekasi.

Secara nasional, KLH telah menetapkan 10 wilayah aglomerasi untuk pengembangan PSEL, yakni Denpasar Raya, Yogyakarta Raya, Bogor Raya, Bekasi Raya, Tangerang Raya, Medan Raya, Semarang Raya, Lampung Raya, Surabaya Raya, dan Serang Raya. Pemerintah menargetkan proyek-proyek ini menjadi penyangga utama pengurangan beban TPA di kota-kota besar.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kalah Dari Persib, Pelatih Persis Solo Ngaku Kalah Pengalaman
• 20 menit lalumerahputih.com
thumb
7 Ciri Orang yang Percaya Diri Menurut Ilmu Psikologi
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Cuaca Buruk, Pelabuhan Muara Angke Dipenuhi Kapal Nelayan
• 23 jam lalukompas.id
thumb
Viral Kasus Perundungan Anak SMP di Surabaya, DP3A dan Dispendik Pastikan Pendampingan Korban
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Gas Tertawa ”Whip Pink” yang Disalahgunakan, Penjualan Mesti Dibatasi
• 6 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.