Tito Ungkap Pembangunan Huntara di Tiga Provinsi Tembus 17.499 Unit

eranasional.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM — Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyatakan bahwa pemerintah terus mengakselerasi pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Tito merinci berdasarkan data Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, total pembangunan Huntara di tiga provinsi tersebut mencapai 17.499 unit, dengan 4.263 unit di antaranya telah rampung atau setara 24 persen dari total rencana.

“Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan kebutuhan Huntara terbesar. Dari 15.934 unit yang direncanakan, hingga akhir Januari 2026 telah 3.248 unit Huntara selesai dibangun, atau sekitar 20 persen. Pembangunan tersebar di sejumlah kabupaten/kota terdampak banjir, banjir bandang, dan tanah longsor,” ujar Tito dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (31/01/2026).

Sementara itu, kata Tito, Sumatera Utara mencatat progres 539 unit selesai dari total 947 unit yang direncanakan, atau sekitar 57 persen.

Adapun Sumatera Barat menunjukkan progres paling tinggi secara persentase, dengan 476 unit Huntara selesai dari 618 unit rencana pembangunan, atau setara 77 persen.

Kasatgas Tito mengatakan perbedaan capaian antarprovinsi dipengaruhi oleh skala kebutuhan, kesiapan lahan, serta akses logistik di wilayah terdampak.

Meski demikian, lanjut dikatakan diaz pemerintah memastikan percepatan pembangunan terus dilakukan secara merata.

“Percepatan pembangunan Huntara dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI/Polri, BUMN, serta mitra non-pemerintah dan lembaga filantropi,” ucap Tito.

Kunci untuk Pembangunan 

Dia mengatakan sinergi ini menjadi kunci untuk memastikan pembangunan berjalan cepat, terkoordinasi, dan sesuai standar kelayakan hunian sementara.

Selain pembangunan fisik Huntara, kata Tito, pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi selama masa transisi.

“Sebagai pelengkap upaya pemulihan, pemerintah menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi keluarga terdampak yang belum menempati Huntara maupun hunian tetap. Bantuan ini diberikan sebesar Rp600.000 per bulan per kepala keluarga untuk periode tiga bulan,” ujar dia.

Hingga akhir Januari 2026, dikatakan dia, 5.448 kepala keluarga telah menerima Dana Tunggu Hunian dari total 18.043 keluarga yang terdata di tiga provinsi terdampak, atau sekitar 30 persen.

“Di Provinsi Aceh, dari 9.474 keluarga penerima, sebanyak 2.310 keluarga telah menerima DTH. Di Sumatera Utara, 1.666 keluarga telah menerima bantuan dari total 6.565 keluarga terdata,” ucap Tito.

Sementara itu, Tito mengatakan penyaluran DTH di Sumatera Barat menunjukkan progres paling tinggi, dengan 1.472 keluarga telah menerima bantuan dari total 2.004 keluarga, atau mencapai 73 persen.

Penyaluran DTH dilakukan melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) guna memastikan proses yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

Dia menegaskan komitmen untuk terus mempercepat pembangunan Huntara dan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.

“Upaya ini diharapkan dapat mempercepat berakhirnya masa pengungsian, menjaga keberlangsungan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, serta menjadi fondasi awal menuju pembangunan hunian tetap yang aman dan berkelanjutan,” tandas dia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Istana Ungkap Tokoh yang Bertemu Prabowo Jumat Malam: Siti Zuhro-Susno Duadji
• 17 jam laludetik.com
thumb
Naysilla Mirdad Putus dari Arfito Hutagalung, At Least Pacaran Cuma Sama 1 Orang
• 16 jam lalugenpi.co
thumb
Pesanan Melonjak Drastis Dadakan, Perajin Barongsai di Semarang Kewalahan
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jadwal Final Thailand Masters 2026: Indonesia Kirim Enam Wakil, Dua Gelar Sudah Dipastikan
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Polairud PMJ Urai Kapal Nelayan yang Numpuk di Pelabuhan Muara Angke
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.