Grid.ID - Kisruh dugaan penelantaran anak yang yang menyeret nama artis Denada masih bergulir. Lisa Mariana ungkap kondisi Ressa Rizky Rosano.
Kabar mengejutkan kembali datang dari penyanyi Denada Tambunan. Belum usai kekaguman publik atas perjuangannya mendampingi sang putri, Aisha, kini Denada justru terseret dalam pusaran hukum yang pelik.
Seorang pemuda berusia 24 tahun asal Banyuwangi, Ressa Rizky Rosano, muncul ke publik dan melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Ressa mengaku sebagai anak kandung Denada dan menggugat sang penyanyi Rp 7 miliar.
Di tengah memanasnya kasus ini, selebgram Lisa Mariana hadir memberi dukungan. Dalam unggahan Instagram Lisa, ia memberikan dukungan penuh kepada Ressa yang tengah berjuang mencari keadilan dan pengakuan. Dalam unggahan tersebut, tersirat dalamnya luka batin yang dirasakan oleh pemuda tersebut.
"Semangat dik, full support dari kakak utk km," tulis Lisa Mariana dalam unggahan Instagramnya yang Grid.ID kutip, Minggu (1/2/2026).
Lisa juga mengungkap fakta lain soal Ressa. Ia menyebutkan bahwa Ressa mengalami trauma atau kebingungan mendalam mengenai identitasnya sendiri, hingga melupakan detail paling dasar dalam hidupnya.
"Guys bahkan dia sendiri ga ingat dia lahir tahun berapa, sesedih dan sesakit itu," lanjut Lisa.
Pernyataan ini seolah memperkuat klaim pihak Ressa bahwa telah terjadi penelantaran dalam jangka waktu yang sangat lama, sehingga memengaruhi memori dan kondisi psikis penggugat.
Sebelumnya diketahui kisruh pengakuan asal-usul anak ini telah masuk ke ranah hukum. Nilai gugatan Rp 7 miliar yang dilayangkan Ressa sempat membuat publik tercengang. Angka tersebut diklaim sebagai kerugian materiil karena dugaan penelantaran sejak bayi.
Namun, kuasa hukum Ressa, Andika Meigista Cahya, langsung menepis anggapan bahwa kliennya hanya mengejar harta. Andika menegaskan angka tersebut hanyalah persyaratan formil dalam gugatan perdata.
"Terkait angka Rp 7 miliar, itu hanyalah persyaratan formil dalam sebuah gugatan perdata," jelas Andika dalam wawancara virtual belum lama ini.
Adapun fokus utama Ressa bukanlah memiskinkan Denada, melainkan mendapatkan pengakuan. Pihak Ressa menegaskan bahwa mereka tidak butuh perantara.
"Ya, pengakuan ini kan nggak hanya cukup di lisan saja, kami kan sedang memperjuangkan hak klien kami," tegas Andika.
Ia menekankan bahwa Ressa ingin mendengar langsung dari Denada, bukan dari perwakilan hukumnya.
"Kan yang ngomong kuasa hukumnya, bukan yang bersangkutan (Denada). Iya, dia (Ressa) kan nggak hanya ingin, bukan kuasa hukumnya yang menyampaikan, tapi pihak yang bersangkutan, pihak tergugat," tambahnya.(*)
Artikel Asli


