BMKG Waspadai Cuaca Ekstrem, NTT Berpotensi Dilanda Bencana

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ama Boro Huko

TVRINews, Flores Timur

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Cuaca ekstrem tersebut diperkirakan berupa hujan sedang hingga sangat lebat yang disertai angin kencang dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca di wilayah NTT dipengaruhi oleh aktifnya gelombang atmosfer Low Frequency dan Kelvin yang berdampak pada peningkatan pertumbuhan awan hujan. Selain itu, sistem tekanan rendah di sekitar Teluk Carpentaria, Australia bagian utara, telah berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 98P.

Keberadaan bibit siklon tersebut memicu terbentuknya daerah pertemuan dan perlambatan angin (konvergensi) di wilayah NTT, sehingga meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. BMKG memprakirakan Bibit Siklon Tropis 98P akan bergerak ke arah barat dan dalam 24 jam ke depan memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis.

Meski peluang penguatan relatif kecil, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenotek, dalam keterangan yang disampaikan melalui media sosial pada Sabtu, 31 Januari 2026, tetap mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah NTT.

“Masyarakat diimbau untuk mewaspadai hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai angin kencang di beberapa wilayah NTT dalam beberapa hari ke depan,”ujar Sti.

BMKG merilis daftar wilayah di NTT yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat sebagai berikut:

01 Februari 2026 Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Belu, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Rote Ndao, Sabu Raijua, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, serta wilayah Pulau Sumba.

02 Februari 2026 Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Belu, Malaka, TTU, TTS, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, dan Sabu Raijua.

Sebelumnya, cuaca buruk yang terjadi pada pertengahan Januari 2026 berupa hujan deras dan angin kencang telah menyebabkan kerusakan signifikan di Kabupaten Flores Timur. Tercatat sedikitnya 16 rumah warga mengalami kerusakan akibat angin kencang.

Selain itu, jalur Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Sikka menuju Flores Timur terancam putus akibat abrasi pantai yang dipicu oleh gelombang tinggi dan cuaca ekstrem. Hingga saat ini, belum ada penanganan lanjutan dari pihak terkait.

Jika kondisi cuaca ekstrem kembali terjadi, masyarakat terpaksa harus menempuh jalur alternatif dengan jarak yang lebih jauh untuk menuju pusat perekonomian di Kota Larantuka. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada, memantau informasi cuaca terkini, serta menghindari aktivitas di wilayah rawan bencana seperti daerah pesisir, bantaran sungai, dan lereng rawan longsor.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemlu Pulangkan 36 WNI Korban Online Scam di Kamboja
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Memanas Afrika Selatan dan Israel: Saling Balas Usir Diplomat
• 7 jam laludetik.com
thumb
Gencatan Senjata Dilanggar, Serangan Israel Tewaskan 12 Warga Gaza
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ji Chang Wook akan Jadi Cameo di Drama Korea Men of the Harem
• 58 menit lalubeautynesia.id
thumb
Pesan Prabowo Buat Investor Setelah IHSG Rontok Diungkap Airlangga
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.