Teheran: Pejabat tinggi keamanan Iran mengisyaratkan adanya kemajuan dalam upaya meredakan ketegangan dengan Amerika Serikat setelah berhari-hari situasi memanas antar kedua negara.
Dalam unggahan di media sosial pada Sabtu kemarin, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani menyatakan bahwa sebuah “kerangka terstruktur” untuk perundingan tengah “terbentuk dan terus bergerak maju."
Dilansir dari Antara, Minggu, 1 Februari 2026, ia juga menepis apa yang disebutnya sebagai “hiruk-pikuk buatan dari narasi perang media," seraya mengisyaratkan bahwa jalur diplomasi masih terbuka di tengah tekanan politik dan militer.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya aktivitas diplomatik yang dipimpin sejumlah negara kawasan, terutama Turki, yang berupaya memediasi dua rival utama, Iran dan Amerika Serikat, guna menurunkan eskalasi ketegangan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan kunjungan ke Istanbul pada Jumat laly. Dalam kunjungan tersebut, ia menggelar pembicaraan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan serta Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan.
Sementara itu, Larijani juga dilaporkan melakukan kunjungan singkat ke Moskow dan mengadakan pertemuan tertutup dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Meski rincian pembicaraan tidak diungkapkan ke publik, pihak Kremlin telah mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut memang berlangsung.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat sejak protes pecah di Iran bulan lalu, setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan “datang menyelamatkan” para pengunjuk rasa.
Pada awal pekan ini, Trump juga mengumumkan bahwa armada militer AS dalam skala besar tengah bergerak menuju kawasan Iran. Ia memperingatkan Teheran agar segera memasuki perundingan dan meninggalkan ambisi nuklirnya.
Meski demikian, pejabat Iran berulang kali menegaskan kesiapan mereka untuk berunding berdasarkan prinsip “saling menghormati”. Sikap tersebut kembali ditegaskan oleh Araghchi usai pertemuannya dengan Menlu Turki.
Di sisi lain, para komandan militer Iran menyatakan pasukan mereka berada dalam status siaga maksimum dan berjanji akan memberikan respons keras terhadap setiap serangan dari Amerika Serikat atau Israel.
Baca juga: Trump Rahasiakan Strategi Iran, Armada Militer AS Bergerak ke Kawasan
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489346/original/038679500_1769844633-1000354977.jpg)


