Jakarta, VIVA – Pasar kripto mengalami tekanan hebat. Harga Bitcoin, Ethereum, hingga Solana kompak terjun bebas.
Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar dunia terperosok di bawah level US$79.000 atau turun 6,1 persen. Bitcoin terpantau merosot ke level US$77.387,63 pada Minggu, 2 Februari 2026 pukul 03.45 pagi, dikutip dari data MarketCoinCap.
Bitcoin menunjukkan penguatan (rebound) tipis ke level US$78.642,34 pada pukul 13.20 siang. Namun posisi ini masih mengalami koreksi sebesar 6,13 persen dalam 24 jam terakhir.
Penurunan drastis juga menghantam aset kripto utama lainnya. Ethereum merosot sekitar 9,59 persen ke level US$2.434,69 dan Solana terkoreksi dua digit sebesar 11,32 persen ke posisi US$105,08.
- Business Today
Melansir dari CNBC Internasional, anjloknya Bitcoin dipicu aksi jual setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi memilih Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua Federal Reserve (The Fed) menggantikan Jerome Powell. Penunjukan Warsh mendorong penguatan dolar AS dan meredanya kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral AS.
Penguatan dolar cenderung mengurangi daya tarik Bitcoin dan aset kripto lain sebagai alternatif mata uang di tengah ketidakpastian kebijakan moneter global. Penilaian pelaku pasar terkait pekan perdagangan aset kripto yang sarat volatilitas turut menekan harga Bictoin.
Jika mendapatkan persetujuan Senat AS, Warsh akan menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya sebagai Ketua The Fed akan berakhir pada Mei 2026. Selama ini, Trump dikenal kerap melontarkan kritik terhadap Powell, khususnya terkait sikapnya yang enggan memangkas suku bunga sejak menjabat pada tahun 2018.
Tekanan di pasar kripto semakin memperburuk sentimen investor ritel, yang sebelumnya juga terpukul oleh kejatuhan harga perak. Pada Jumat, 30 Januari 2026, pasar perak mencatat salah satu hari terburuk dalam sejarahnya sejak Maret 1980.




