Kripto Berdarah, Bitcoin Terjun Bebas ke Bawah US$78.000

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pasar kripto mengalami tekanan hebat. Harga Bitcoin, Ethereum, hingga Solana kompak terjun bebas.

Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar dunia terperosok di bawah level US$79.000 atau turun 6,1 persen. Bitcoin terpantau merosot ke level US$77.387,63 pada Minggu, 2 Februari 2026 pukul 03.45 pagi, dikutip dari data MarketCoinCap.

Baca Juga :
Harga Emas Dunia Ambruk Lebih dari 8 Persen, Balik ke Level US$4.800
Bitcoin Ambruk ke Level Terendah, Analis Prediksi Terkoreksi Lebih Dalam Menuju US$70.000

Bitcoin menunjukkan penguatan (rebound) tipis ke level US$78.642,34 pada pukul 13.20 siang. Namun posisi ini masih mengalami koreksi sebesar 6,13 persen dalam 24 jam terakhir. 

Penurunan drastis juga menghantam aset kripto utama lainnya. Ethereum merosot sekitar 9,59 persen ke level US$2.434,69 dan Solana terkoreksi dua digit sebesar 11,32 persen ke posisi US$105,08.

Bitcoin, Ethereum, dan aset kripto lainnya.
Photo :
  • Business Today

Melansir dari CNBC Internasional, anjloknya Bitcoin dipicu aksi jual setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi memilih Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua Federal Reserve (The Fed) menggantikan Jerome Powell. Penunjukan Warsh mendorong penguatan dolar AS dan meredanya kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral AS.

Penguatan dolar cenderung mengurangi daya tarik Bitcoin dan aset kripto lain sebagai alternatif mata uang di tengah ketidakpastian kebijakan moneter global. Penilaian pelaku pasar terkait pekan perdagangan aset kripto yang sarat volatilitas turut menekan harga Bictoin. 

Jika mendapatkan persetujuan Senat AS, Warsh akan menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya sebagai Ketua The Fed akan berakhir pada Mei 2026. Selama ini, Trump dikenal kerap melontarkan kritik terhadap Powell, khususnya terkait sikapnya yang enggan memangkas suku bunga sejak menjabat pada tahun 2018.

Tekanan di pasar kripto semakin memperburuk sentimen investor ritel, yang sebelumnya juga terpukul oleh kejatuhan harga perak. Pada Jumat, 30 Januari 2026, pasar perak mencatat salah satu hari terburuk dalam sejarahnya sejak Maret 1980.

Baca Juga :
Susul Bitcoin, Saham Strategy Terkapar Sentuh Level Terendah 52 Minggu
Bitcoin Rontok ke Level Terendah 9 Bulan, Likuiditas Rp28 Triliun Lenyap!
Harga Bitcoin Terkoreksi Tertekan Keputusan The Fed, Indodax: Cerminkan Penyesuaian Pasar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kisah Sukses Arie Ahsanurrohim, Sang Penjaga Gawang Hukum PT Angkasa Pura Indonesia
• 20 jam lalugenpi.co
thumb
Hal-hal Menarik di Rakernas PSI: Kaesang Menangis, Bagi-bagi KTA Emas, hingga Mau Peras Darah
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Menkeu Purbaya Optimis IHSG Menguat Usai Petinggi OJK-BEI Mengundurkan Diri
• 53 menit lalukompas.tv
thumb
Pimpin Sementara OJK, Ini Strategi Friderica Widyasari untuk Reformasi Pasar Modal
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
OJK Tunjuk Friderica Widyasari Dewi Jadi Pejabat Sementara Ketua-Wakil Ketua DK
• 21 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.