Cerita Pilu TKW Indramayu, Terlantar di Malaysia, Merana di Negeri Sendiri

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Kisah memilukan dialami seorang pekerja migran Indonesia (PMI) perempuan alias TKW asal Kabupaten Indramayu, Maryam (60 tahun). Ia terlantar di Malaysia dan kini hidup merana di kampung halamannya sendiri.

Salah seorang relawan, Lina, mengatakan, Maryam sebelumnya ditemukan terlantar di Malaysia sebagai pekerja migran ilegal tanpa dokumen resmi maupun pemberi kerja. Atas dasar kemanusiaan, seorang warga Indonesia yang bekerja di Malaysia membantu mengurus seluruh proses kepulangannya ke Tanah Air, termasuk biayanya.

Baca Juga
  • Pengungsi Terdampak Longsor di Pasirlangu Mulai Kembali ke Rumah
  • Penasihat Khamenei Bocorkan Kemajuan Perundingan dengan AS demi Cegah Perang
  • Bertemu Prabowo, Peneliti BRIN Bahas Wacana Pilkada Melalui DPRD

Saat pertama kali tiba di Tanah Air, Maryam dalam kondisi menderita stroke. Ia kemudian diantarkan kepada satu-satunya kerabat yang tersisa, yakni kakaknya yang tinggal di BTN Lama Asrama Haji Indramayu.

“Namun, kondisi kakaknya yang sudah lansia dan mengalami kesulitan ekonomi akhirnya membuat perawatan terhadap Ibu Maryam menjadi sulit dilakukan," terang Lina, Ahad (1/2/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Lina mengatakan, setelah satu bulan berada di kediaman kakaknya yang terbatas secara ekonomi, kondisi Maryam semakin memburuk. Bahkan, ditemukan luka infeksi parah di beberapa bagian tubuhnya hingga mengeluarkan aroma tidak sedap.

Beruntung, aksi cepat sukarelawan dan bantuan tim medis (bidan desa) berhasil memberikan penanganan luka sehingga kondisi kesehatan Maryam kini mulai membaik. Meskipun demikian, keberlanjutan hidup dan penanganan medis jangka panjang terhadap Maryam masih belum mendapatkan kepastian dari pihak terkait.

Maryam kini tinggal sementara di rumah ketua RT setempat. Ia hidup sebatang kara karena minimnya dukungan keluarga yang mampu secara fisik maupun finansial.

"Kami mengetuk pintu hati pemerintah daerah, instansi terkait, maupun dermawan untuk memberikan penanganan medis berkelanjutan untuk penyakit stroke dan pemulihan luka infeksi terhadap Ibu Maryam," ucapnya.

Selain Lina, saat ini ada tim dari Jabar Bergerak yang peduli dengan kondisi Maryam untuk pemenuhan kebutuhan dasar sehari-harinya. Namun, Maryam tetap membutuhkan bantuan penanganan kesehatan lebih lanjut.

"Ibu Maryam ini sebatang kara. Butuh kepedulian semua pihak untuk kesembuhannya dan tempat tinggal untuk melanjutkan kehidupan yang lebih baik," tuturnya.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jokowi Tegaskan PSI Perlu Disemangati, Negara Butuh Politik Kebaikan
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Manajer Ducati Tahan Bicara Soal Pedro Acosta, Tapi Sebut Calon Juara Dunia
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Penyelidikan Kematian Lula Lahfah Dihentikan, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Pidana
• 22 jam lalugrid.id
thumb
6 Negara Ini Dulu Bagian Indonesia, Sekarang Sudah Maju
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bos Danantara hingga OJK Merapat ke Bursa Sore Ini, Bahas Apa?
• 4 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.