DLH DKI Jakarta Tingkatkan Teknologi Pengendalian Emisi dan Bau di RDF Plant Rorotan

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta meningkatkan teknologi pengendalian lingkungan di RDF Plant Rorotan sebagai bagian dari komitmen menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang modern dan bertanggung jawab.

"Peningkatan teknologi ini kami lakukan untuk meminimalkan potensi dampak lingkungan, khususnya terkait bau dan emisi udara," ujar Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto.

RDF Plant Rorotan telah menambah unit alat penetral bau tak sedap (deodorizer) dari tiga menjadi empat unit.

Alat ini bekerja langsung sejak dari sumber proses, guna menekan penyebaran bau ke lingkungan sekitar.

Sistem Pengendalian Emisi Diperkuat Bertingkat

Selain pengendalian bau, fasilitas ini juga dilengkapi sistem pengendalian emisi yang komprehensif dan berlapis.

Perangkat sistem tersebut terdiri atas:

Enam unit alat pemisah partikel padat (cyclone),

Enam unit sistem pengepul debu industri (baghouse filter),

Enam unit alat pengendali polusi udara berbasis cairan (wet scrubber).

Sistem ini diperkuat dengan:

Dua unit wet scrubber tahap kedua,

Dua unit wet electrostatic precipitator,

Dua unit filter karbon aktif,

Delapan unit kipas mekanis industri (induced draft fan),

Dua unit cerobong emisi untuk pelepasan emisi secara aman dan terkendali.

Asep Kuswanto menegaskan bahwa teknologi tersebut dirancang agar RDF Plant Rorotan memenuhi seluruh standar teknis dan ketentuan lingkungan hidup yang berlaku.

"Peningkatan teknologi pengendalian emisi, bau dan kualitas pengoperasian RDF Plant Rorotan juga berada di bawah supervisi ahli pencemaran udara dari Institut Teknologi Bandung (ITB)," ungkapnya.

Pengawasan oleh ITB bertujuan untuk memastikan bahwa sistem pengendalian bekerja optimal dan sesuai dengan kaidah ilmiah.

Komitmen Jakarta terhadap Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi

Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menjalankan pengelolaan sampah berbasis teknologi secara berkelanjutan demi menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.

"Penguatan teknologi dan pengendalian lingkungan ini adalah bagian dari upaya kami menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang modern, aman dan bertanggung jawab," kata Asep.

Ia juga menekankan bahwa langkah ini diambil agar Jakarta tidak mengalami krisis pengelolaan sampah seperti yang terjadi di sejumlah daerah lain.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemenpar Soal Langkah Pencegahan Virus Nipah: Masih Menunggu Kebijakan Kemenkes
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Buru Satu DPO Kasus Jambret di Sukomanunggal Surabaya
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Elche vs Barcelona: Barcelona Hajar Elche 3-1, Lamine Yamal Gemilang
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Harga Emas UBS & Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini Minggu 1 Februari 2026
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
OJK Umumkan 2 Orang Pejabat Pengganti Anggota Dewan Komisioner, Ini Daftarnya!
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.