Seperti diketahui, publik belakangan ini dihebohkan dengan kemunculan pemuda asal Banyuwangi, Ressa Rizky Rosano (24). Ressa secara mengejutkan mengaku sebagai darah daging Denada yang selama ini terabaikan.
Namun, di balik polemik tes DNA dan gugatan materiil, sorotan warganet justru tertuju pada sebuah video lawas yang merekam momen pilu saat pemakaman ibunda Denada, mendiang Emilia Contessa. Melansir dari unggahan yang viral di akun TikTok @emak_kepo2, terungkap bahwa Ressa turut hadir memberikan penghormatan terakhir saat penyanyi legendaris berjuluk "Singa Panggung Asia", Emilia Contessa, tutup usia pada 27 Januari 2025 lalu.
Dalam rekaman tersebut, terlihat Ressa tak kuasa membendung air matanya di area pemakaman yang berlokasi di Banyuwangi, Jawa Timur. Bukan sekadar hadir sebagai pelayat biasa, sikap Ressa justru menunjukkan kedekatan emosional yang mendalam layaknya seorang cucu kandung.
Kamera menangkap detik-detik Ressa turun langsung ke liang lahat untuk mengantarkan jenazah sang nenek ke tempat peristirahatan terakhir. Terekam pula gestur Ressa yang diam-diam menyeka air mata menggunakan ujung bajunya, menyiratkan duka yang begitu menyesakkan dada.
Selama prosesi pemakaman berlangsung, Ressa tidak sendirian. Ia tampak didampingi oleh sosok wanita bernama Ratih Puspita Dewi, yang setia berada di sampingnya.
Sikap santun dan kesedihan tulus yang ditunjukkan Ressa ini sontak memancing simpati warganet. Sebaliknya, gelombang kekecewaan justru mengalir deras ke arah Denada di kolom komentar media sosial, menyusul isu penelantaran yang kini sedang diperkarakan.
Selama ini, Ressa diketahui tidak dibesarkan oleh orang asing. Sejak kecil, ia diasuh oleh Dino Rossano Hansa bersama istrinya, Ratih Puspita Dewi.
Dino Rossano Hansa sendiri bukanlah orang jauh, melainkan adik kandung dari mendiang Emilia Contessa. Hal ini memperkuat dugaan adanya hubungan kekerabatan yang sangat dekat antara Ressa dengan keluarga besar Denada, meski pengakuan resmi baru diperjuangkan sekarang.
Terkait langkah hukum yang ditempuh, Ressa memang melayangkan gugatan dengan nilai yang fantastis, yakni kerugian materiil sebesar Rp 7 miliar atas dugaan penelantaran sejak bayi.
Namun, angka miliaran rupiah tersebut bukan prioritas utama bagi pihak Ressa. Kuasa hukum Ressa, Andika Meigista Cahya, baru-baru ini memberikan klarifikasi tegas mengenai tujuan kliennya.
Andika menekankan bahwa yang dicari Ressa adalah pengakuan tulus dan langsung dari mulut Denada, bukan sekadar pernyataan perwakilan. Menanggapi isu bahwa pihak Denada sudah memberikan sinyal pengakuan, Andika juga merasa hal tersebut belum memadai.
"Ya, pengakuan ini kan nggak hanya cukup di lisan saja, kami kan sedang memperjuangkan hak klien kami," kata Andika dalam sesi wawancara virtual, belum lama ini.
"Kan yang ngomong kuasa hukumnya, bukan yang bersangkutan (Denada). Iya, dia (Ressa) kan nggak hanya ingin, bukan kuasa hukumnya yang menyampaikan, tapi pihak yang bersangkutan, pihak tergugat," sambungnya.
Di sisi lain, pihak Denada melalui tim pengacaranya sempat mengklaim bahwa mereka sebenarnya mengakui Ressa sebagai anak kandung. Pihak Denafa juga mengaku telah rutin membiayai kebutuhan hidup pemuda tersebut selama ini.(*)
Artikel Asli


