CIANJUR, DISWAY.ID - Dari ruang kelas yang sempat retak akibat gempa hingga laboratorium praktik yang tak lagi bisa digunakan, sekolah-sekolah di Cianjur pernah berada di titik sulit.
Sebagian siswa bahkan harus belajar di tenda darurat. Namun perlahan, wajah pendidikan di daerah ini mulai bangkit.
BACA JUGA:Bukti Kemandirian Energi: Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair ke Cilacap
BACA JUGA:Astra Dukung Peringatan Hari Desa Nasional 2026, Serahkan Kendaraan untuk Desa Terbaik
Salah satunya adalah SMK Kesehatan Cianjur. Pascagempa, hampir seluruh fasilitas praktik rusak sehingga pembelajaran vokasi terhambat.
Dalam keterbatasan, sekolah memilih tetap bergerak melalui program SMK Membangun Desa, mengirim siswa turun langsung melayani masyarakat melalui pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga skrining anemia remaja.
“Pembelajaran tetap harus berjalan, meski tidak sepenuhnya di gedung sekolah,” ujar Kepala SMK Kesehatan Cianjur, Fajar Ferdiana, di Cianjur, Sabtu, 31 Januari 2026.
Titik balik datang pada 2025 ketika bantuan revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran diterima dari Kemendikdasmen. Ruang praktik dibangun kembali, kelas dan toilet direhabilitasi, serta perangkat interaktif dan laptop melengkapi proses belajar. Kini kegiatan praktik lebih optimal dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja sektor kesehatan.
BACA JUGA:Ngakak! Pengacara Jambret Kecewa Gak Diundang Rapat DPR: Klien Kami Mati, Si Hogi Ditahan Aja Gak!
BACA JUGA:9 Pelanggaran Sasaran Operasi Keselamatan Jaya 2026 Berlaku 2-15 Februari, Pengendara Wajib Patuh Aturan
Pemulihan ini merupakan bagian dari program besar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang merevitalisasi 83 sekolah di Cianjur dengan total anggaran sekitar Rp106.160.902.393.
Semangat kebangkitan itu juga digaungkan pemerintah daerah. Bupati Cianjur, Muhammad Wahyu Ferdian, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat tersebut.
Ferdian menyebut bahwa, bencana gempa, longsor, dan banjir membuat banyak fasilitas pendidikan rusak parah.
“Anak-anak kita sempat belajar di tenda. Karena itu, revitalisasi ini sangat berarti. Pendidikan adalah kunci memutus rantai kemiskinan dan membangun masa depan Cianjur,” kata Ferdian.
Perlu diketahui satuan pendidikan diperbaiki secara merata dari utara hingga selatan wilayah. Pemerintah daerah pun berkomitmen mendukung penguatan infrastruktur, kesehatan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia agar pembangunan berjalan terintegrasi.
- 1
- 2
- »



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F12%2F23%2F7f1b11fffc276bbb7899c436135ddb8b-20251223Bah19.jpg)